Diminta Awasi Penggunaan Tanah

672
AKRAB: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berbincang dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang RI/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Ferry Mursyidan Baldan dan Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo di acara penyerahan sertifikat reforma agraria. (ISTIMEWA)
AKRAB: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berbincang dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang RI/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Ferry Mursyidan Baldan dan Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo di acara penyerahan sertifikat reforma agraria. (ISTIMEWA)
AKRAB: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berbincang dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang RI/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Ferry Mursyidan Baldan dan Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo di acara penyerahan sertifikat reforma agraria. (ISTIMEWA)
AKRAB: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berbincang dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang RI/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Ferry Mursyidan Baldan dan Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo di acara penyerahan sertifikat reforma agraria. (ISTIMEWA)

SEMARANG – ”Jalan Perjuangan 17 Tahun Akhirnya… Maturnuwun Republik Indonesia”. Kalimat tersebut tertulis pada spanduk yang berada di Lapangan Desa Tumbrep Kecamatan Bandar Kabupaten Batang, lokasi penyerahan sertifikat reforma agraria oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang RI/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Ferry Mursyidan Baldan, Kamis (11/2).

Perjuangan warga mendapatkan hak milik atas tanah yang semula menjadi hak guna usaha PT Perkebunan Tratak tersebut cukup panjang. Wajar saja jika para petani bersorak riang karena akan mendapatkan hak milik tanah, dan memanfaatkannya untuk peningkatan kesejahteraan mereka.

”Ini merupakan hasil perjuangan berdarah-darah dan melelahkan dari petani penggarap untuk memiliki dan menggunakan lahan tersebut,” ungkap Plt Kepala Kanwil BPN Provinsi Jawa Tengah Lukman Hakim.