Oknum Beking Belum Ketemu

Penggerebekan Pabrik Miras Oplosan

922
TIDAK KOOPERATIF: Kapolres Magelang Kota AKBP Edi Purwanto menunjukkan barang bukti alkohol yang dicampurkan dalam miras oplosan saat gelar perkara, Selasa (9/2) lalu. (HANIF ADI PRASETYO/RADAR KEDU)
TIDAK KOOPERATIF: Kapolres Magelang Kota AKBP Edi Purwanto menunjukkan barang bukti alkohol yang dicampurkan dalam miras oplosan saat gelar perkara, Selasa (9/2) lalu. (HANIF ADI PRASETYO/RADAR KEDU)
TIDAK KOOPERATIF: Kapolres Magelang Kota AKBP Edi Purwanto menunjukkan barang bukti alkohol yang dicampurkan dalam miras oplosan saat gelar perkara, Selasa (9/2) lalu. (HANIF ADI PRASETYO/RADAR KEDU)
TIDAK KOOPERATIF: Kapolres Magelang Kota AKBP Edi Purwanto menunjukkan barang bukti alkohol yang dicampurkan dalam miras oplosan saat gelar perkara, Selasa (9/2) lalu. (HANIF ADI PRASETYO/RADAR KEDU)

MAGELANG-Polres Magelang Kota hingga kini masih mengembangkan dugaan keterlibatan oknum dalam kasus pabrik miras oplosan beromzet sebulan hingga Rp 1,5 miliar. Persoalan utama dalam proses penyidikan adalah kurang kooperatifnya tersangka utama, Yuli Winanto, 45, saat dimintai keterangan.

Kapolres Magelang Kota AKBP Edi Purwanto mengaku, sejak awal sebelum menggerebek, ada informasi keterlibatan oknum tertentu. ”Makanya saya katakan, ini sangat rahasia. Anggota kami saat di TKP tidak mengetahui apa target operasi (TO) mereka. Saya tidak ingin ada yang membocorkan operasi tersebut,” ujar Edi.

Asumsi Edi diperkuat dengan pengalaman di lapangan saat razia miras selama ini. Baik pabrik miras skala kelas teri maupun kakap. ”Selama saya mengamati kegiatan di lapangan, tidak perlu pabrik sebesar ini. Pabrik rumahan yang kecil saja sudah ada yang menbekingi. Hanya analisa saja, faktanya nanti kita gali lebih dalam,” ungkapnya.