Paksakan Proyek atas Perintah Kepala Disdik

645
BLAK-BLAKAN: Sidang pemeriksaan terdakwa kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat praktik peraga SD di Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BLAK-BLAKAN: Sidang pemeriksaan terdakwa kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat praktik peraga SD di Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BLAK-BLAKAN: Sidang pemeriksaan terdakwa kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat praktik peraga SD di Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BLAK-BLAKAN: Sidang pemeriksaan terdakwa kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat praktik peraga SD di Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

MANYARAN – Penunjukan panitia proyek pengerjaan dan pengadaan alat praktik peraga Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal 2012 sengaja dipaksakan meski waktunya mepet. Hal itu diduga atas perintah Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kendal, Muryono. Hal itu terungkap dalam sidang pemeriksaan terdakwa dalam perkara yang merugikan keuangan negara sekitar Rp 1,7 miliar tersebut di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (11/2) petang.

Dalam pemeriksaan kemarin, ketiga terdakwa blak-blakan di depan majelis hakim yang dipimpin Gatot Susanto SH. Mereka adalah mantan Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Bidang Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal, Suciptono MPd bin Sudarjo; Kepala SMKN 5 Kendal yang juga ketua panitia pengadaan, Drs Sudar Yasrodji, serta Guru SMKN 2 Kendal yang juga sekretaris pengadaan, Agus Winoto.

Terdakwa Agus Winoto mengaku ketika rapat di Dinas Pendidikan Kendal langsung disuruh menghadap Kadisdik Muryono. Ia juga mengaku menjadi panitia lelang atas perintah Muryono, di mana dirinya ditugaskan sebagai sekretaris, dan terdakwa Sudar (Sudar Yasrodji, Red) sebagai ketuanya.