Pelajaran Hukum Masuk Kurikulum Sekolah

445

UNGARAN-Pelajaran hukum akan dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah. Menyusul banyaknya pelanggaran hukum, seperti tawuran, pemalakan dan narkoba, yang kerap dilakukan oleh anak dan remaja di Kabupaten Semarang.

“Pemahaman hukum di kalangan anak-anak muda sangat penting, agar mereka bisa sadar hukum. Untuk itu, kami akan membuat buku tentang hukum dan penyuluhan hukum bagi pelajar di sekolah. Kalau perlu pelajaran hukum dimasukkan menjadi salah satu kegiatan tambahan di sekolah,” kata Penjabat (Pj) Bupati Semarang, Sujarwanto Dwiatmoko, kemarin.

Sujarwato juga meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) membuat kegiatan diskusi dan kelompok sadar hukum di sekolah. “Kelompok pelajar ini nantinya menjadi pelopor sadar hukum di Kabupaten Semarang,” imbuhnya.

Ternyata rencana penambahan pelajaran hukum di sekolah-sekolah, disambut positif sejumlah guru. Salah satunya Guru SMK Negeri Jambu, Farida Fahmalatif, Spd yang mengatakan, bahwa pelajaran hukum di sekolah memang penting. Hal itu akan memberikan pemahaman kepada pelajar tentang kegiatan apa saja yang melanggar hukum. Sehingga pelajar menjadi lebih sadar hukum.

“Kami sangat prihatin melihat anak-anak sekarang ini, suka tawuran, suka memalak, bahkan mungkin narkoba. Fenomena seperti itu hampir merata di sejumlah sekolah. Sehingga kami sangat mendukung langkah pemerintah tentang tambahan pelajaran hukum di sekolah-sekolah,” kata Farida.

Farida menambahkan, guru semestinya tidak hanya menjejali siswanya dengan ilmu pengetahun. Tetapi guru harus mendidik dengan hati melalui pendekatan kekeluargaan supaya para siswa terbentuk karakternya. Selain itu, tambahan pelajaran hukum di sekolah lebih tepat, jika pemberi pelajaran hukum dari instansi terkait seperti Kejaksaan, Kepolisian, Pengadilan maupun dari Lembaga Pemasyarakatan.