Tavip Minta PR Pemkot Semarang Dituntaskan

494

Selanjutnya, terkait musim hujan dengan intensitas yang cukup tinggi Tavip berpesan pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan, BPPD, camat dan lurah serta dinas teknis lainnya untuk berkoordinasi dan berjaga 24 jam untuk mewaspadai bencana yang tak diinginkan seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang dan lainnya.

Yang harus diwaspadai saat musim hujan adalah penyakit DBD ditingkatkan. Di 2015 kemarin, terjadi 1.636 kasus dengan angka kematian mencapai 640 kejadian. Sedangkan hingga awal Februari 2016 ini sudah terjadi 160 kasus DBD yang ditangani dan ada 3 kasus kematian. Untuk itu, koordinasi antardinas kesehatan bersama dengan camat, lurah dan dinas terkait untuk terus ditingkatkan di samping melakukan 3M dan penyemprotan. ”Harapan kita menggerakkan dan membudayakan masyarakat untuk ikut peduli dalam menangani lingkungan kita,” tekannya.

Ke depan, lanjutnya, tentu masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dilakukan. Untuk itu, koordinasi harus terus dilakukan dan ditingkatkan. PR yang ditekankan Pj wali kota diantaranya masalah infrastruktur baik Tambaklorok, Jalan Jolotundo serta pelestarian kawasan Kota Lama dan penjagaan aset untuk terus dikawal secara serius.

Menutup sambutannya, Tavip menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf jika dalam berkoordinasi selama kurang lebih 6 bulan ini ada ucapan, perilaku dan kebijakan yang kurang berkenan. (zal/ce1)