5.000 Ikan Bantuan Hanyut

610
HANYUT: Warga Desa Jeruksari, Tirto, Pekalongan, sedang menyelamatkan ikan di tambak yang hanyut karena banjir, kemarin. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)
HANYUT: Warga Desa Jeruksari, Tirto, Pekalongan, sedang menyelamatkan ikan di tambak yang hanyut karena banjir, kemarin. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)
HANYUT: Warga Desa Jeruksari, Tirto, Pekalongan, sedang menyelamatkan ikan di tambak yang hanyut karena banjir, kemarin. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)
HANYUT: Warga Desa Jeruksari, Tirto, Pekalongan, sedang menyelamatkan ikan di tambak yang hanyut karena banjir, kemarin. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)

KAJEN- Lebih dari 5.000 ekor ikan nila siap panen di sejumlah tambak, Desa Jeruksari, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Minggu (14/02) kemarin, hanyut terbawa banjir ke sungai Miduri.
Derasnya arus banjir pada tambak juga merusak jaring yang dipasang untuk memisahkan antar tambak pada petani ikan. Rusaknya jaring membuat petani tambak ikan tak lagi bisa membedakan mana ikan miliknya atau orang lain.

Sebagian besar ikan pada tambak adalah ikan bantuan yang sudah berumur lebih dari 3 bulan. Akhirnya warga menangkap ikan yang masih bisa diselamatkan, dan dibagi bersama untuk makan atau dijual.

Abdul Ghofur,41, warga Desa Jeruksari, mengungkapkan bahwa seminggu sebelum terjadinya banjir pada tambak, dirinya sudah berencana untuk memanen ikan. Karena berdasarkan tahun sebelumnya, jika terjadi hujan deras yang dibarengi dengan air rob, maka ketinggian banjir bisa mencapai tambak ikan.