70 Persen Stres Berawal dari Masalah Keluarga

2998

Hal itu lantas memengaruhi kondisi pekerjaan, dan pada akhirnya juga memengaruhi kondisi lingkungan di mana mereka tinggal. ”Risiko stres seseorang karena faktor pekerjaan sangatlah kecil, hanya sekitar 15 persen,” bebernya.

Sehingga pekerjaan tidak menjadi sumber utama kondisi psikologis seseorang dapat terganggu. Peran keluarga dalam membentuk kondisi psikologis seseorang sangatlah besar. Manakala dalam keluarga tidak ada permasalahan, risiko orang terkena stres menjadi kecil. ”Stres seseorang yang diakibatkan oleh masalah sosial juga kecil, hanya sekitar 15 persen,” tuturnya.

Dikatakan Ismed, pasien stres yang konsultasi ke dirinya hampir semuanya disebabkan oleh permasalahan keluarga. Nah, dari permasalahan keluarga tersebut berdampak kepada pekerjaan seseorang, dan berdampak kepada kondisi lingkungan mereka. Selain itu, tidak hanya para marketing yang berkonsultasi kepada dirinya, namun dari beragam latar belakang pekerjaan.

”Fokus penyelesaiannya ya di keluarga dulu. Kalau sudah selesai permasalahannya, maka permasalahan yang lain seperti di pekerjaan dan lingkungan sosial juga akan hilang,” tuturnya.

Menurut Ismed, cara untuk mengurangi stres pada diri seseorang yakni dengan membina hubungan baik dalam keluarga, serta menyelesaikan permasalahan baik itu yang kecil maupun besar bersama-sama.

Sementara itu, Psikolog Probowatie Tjondronegoro mengatkan, stres merupakan salah satu bentuk gangguan psikologis yang kerap menghinggapi manusia, terutama di era modern ini. ”Semakin kompleks permasalahan hidup dan semakin bertambahnya populasi manusia, maka peluang seseorang terkena stres akan lebih besar,” katanya.

Terkait fenomena marketing stres ini, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah Jateng Ahmad Darodji berpendapat, seharusnya perusahaan untuk menghitung ulang target yang telah dibebankan kepada karyawannya.

Menurut dia, pemberian target harus disesuaikan dengan kadar kemampuan masing-masing karyawan.