Buku Radikal Resmi Ditarik

623

PEKALONGAN – Kementrian Agama Kota Pekalongan mengambil langkah tegas untuk menghentikan sementara penggunaan buku ajar yang disinyalir berunsur radikal. Yakni menarik secara resmi buku tersebut, di sejumlah sekolah.

Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Pekalongan, Imam Tobroni menjelaskan, pihaknya sudah melakukan koordinasi internal dan melalui Ketua Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kota Pekalongan pihaknya menginstruksikan agar penggunaan buku ajar tersebut dihentikan.

“Instruksi ini kami lakukan guna meredam keresahan orang tua siswa terhadap isi buku yang berjudul Anak Islam Suka Membaca tersebut. Karena dikhawatirkan dapat berpengaruh pada moral anak-anak,” ucapnya.

Terkait permasalahan tersebut Imam juga mengaku telah berkoordinasi dengan Kanwil Kemenag Jawa Tengah terkait keresahan orang tua terhadap penggunaan buku itu sebagai bahan ajar. Yang kemudian memberikan banyak masukan dalam menyelesaikan kasus ini.

Ke depan pihaknya berjanji akan lebih selektif dalam memilih buku pelajaran bagi siswa sekolah. Untuk itu selain menginstruksikan penghentian sementara penggunaan buku ajar itu, Kemenag juga membuat tim yang terdiri dari pejabat dan pengawas guna mencermati konten buku yang beredar lebih lanjut. Dan memastikan materi di dalam buku yang digunakan siswa apakah benar bersih dari unsur radikal atau tidak.”Kami sudah bentuk tim khusus, untuk mempelajari lebih lanjut tentang buku yang bermasalah tersebut, serta buku-buku yang sudah beredar, agar tidak berangsur radikalisme,” tandasnya. (han/zal)