Jalur Pantura Kendal Dipenuhi Lubang

415
Kendaraan melintas jalan rusak jalur pantura, JawaTengah, Senin (27/4). Sebagian jalur pantura Brebes-Tegal rusak dan berlubang akibat hujan terus menerus dan tonase truk yang berlebihan, sehingga dapat membahayakan kendaraan terutama sepeda motor. ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/Rei/mes/15.

KENDAL—Musim hujan yang mengguyur Kendal mengakibatkan sejumlah titik jalan di jalur Pantura Kendal mengalami kerusakan. Derasnya aliran air hujan yang diperparah dengan kendaraan berat yang mengangkut muatan melebihi tonase, menjadi faktor penyebab jalan rusak.

Kerusakan akses kebanyakan jalan-ajaln yang belum dibeton alias masih berupa aspal. Yakni sepanjang jalan arteri Soekarno-Hatta. Kerusakan berupa jalan berlubang sedalam 10-20 sentimeter.

Bagi warga yang melintas di jalur pantura Kendal diminta berhati-hati dengan mengurangi kecepatan laju kendaraan. Terutama kendaraan roda dua, karena dalam dan lebarnya lubang dapat mengakibatkan pengendaraa terpeleset.

Beberapa kerusakan jalan berlubang mulai dari Kaliwungu, Brangsong, Kendal, Patebon, Cepiring, Pegandon, Gemuh, hingga Weleri perbatasan Kendal-Batang. Lubang jalan ini sangat mengkhawatirkan terutama pada malam hari karena sekilas lubang tidak nampak dari kejauhan.

Seperti diakui Wahyono, 35, warga Patebon, bahwa jalan Pantura banyak yang rusak sejak memasuki musim hujan. Padahal, bulan lalu sudah dilalukan penambalan, tapi kenyataannya masih kalah dengan beratnya tonase berbelih yang diangkut kendaraan berat.“Mungkin kualitas nambalnya kurang bagus, sehingga meski ditambal berkali-kali, lubangnya timbul lagi bahkan lebih lebar dan lebih dalam. Jadi banyak kendaraan roda dua yang nyaris terpeleset karena lubang yang lebar dan dalam,” katanya, Minggu (14/2).

Dia berharap, kerusakan yang terjadi mendapat perhatian dari pemerintah setempat. Meski memang jalur Pantura adalah menjadi tanggung jawab pemerintah pusat. “Semoga segera ada perbaikan, kalaupun tidak supaya ada penanganan darurat,” harapnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Kendal, Prapto Utono mengatakan jika persoalan jalan memang menjadi perhatian pemerintah. Untuk perbaikan jalan ada dua jalur anggaran. Yakni Pemkab Kendal dan Pemprov Jateng dan pemerintah pusat atau nasional.”Untuk Kendal sudah kami anggarkan. Sedangkan untuk jalur provinsi akan kami koordinasikan dengan pemprov. Selain itu, meminta pihak terkait untuk turut memberikan pengamanan dan kenyamanan pengguna jalan,” tandasnya.

Sementara Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengaku sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk dilakukan perbaikan dan pembangunan jalan. Sebab Jalan Arteri Soerkarno Hatta adalah milik pemerintah pusat. “Saya sudah layangkan surat, kami minta untuk segera diperbaiki minimal dilakukan penambalan agar tidak membahayakan pengendara,” katanya. (bud/zal)