Lestarikan Budaya Daerah, SD St Aloysius Gelar Colasius

991
GEMULAI: Siswa-siswi SD St Aloysius Semarang unjuk kebolehan dalam menari. (M. ZAENURI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GEMULAI: Siswa-siswi SD St Aloysius Semarang unjuk kebolehan dalam menari. (M. ZAENURI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Seiring dengan era digital yang semakin pesat telah memberikan pengaruh yang luar biasa bagi kehidupan di sekitar kita. Salah satunya pergeseran di bidang budaya. Seperti yang kita lihat saat ini, budaya-budaya lokal perlahan mulai terkikis dan terabaikan seiring datangnya budaya asing yang tak terbendung melalui media internet.

Berangkat dari hal tersebut, SD St Aloysius Semarang mengajak anak-anak untuk mengenal sekaligus melestarikan kebudayaan asli Indonesia sejak dini melalui kegiatan tahunan Colasius 5th atau Colorful of Aloysius bertajuk ”Indonesiaku Bangsa yang Berbudaya” pada Jumat-Sabtu (12-13/2) di sekolah setempat Jalan Dr Wahidin 110 Semarang.

Salah satu budaya asli Indonesia, yakni mendongeng sudah jarang dilakukan dan kurang diminati oleh masyarakat kita. Dahulu mendongeng merupakan salah satu ritual wajib yang dilakukan orang tua kepada anak-anaknya menjelang tidur. Lewat mendongeng terkandung nilai-nilai moral dan budi pekerti yang bisa diajarkan kepada anak. Dalam kegiatan ini, SD St Aloysius Semarang ingin mengenalkan dan mempromosikan kembali budaya dongeng yang dikemas dalam lomba dongeng antar TK dan SD di Kota Semarang.