Siap Hijaukan Pesisir Pantai Wedung dengan Tanam 70 Ribu Batang Mangrove

PMI Demak Canangkan Program Pengurangan Risiko Terpadu Berbasis Masyarakat

548
SELAMATKAN PESISIR: Sekda Pemkab Demak dr Singgih Setyono MMR menyaksikan penandatangan peresmian program pertama wilayah pesisir PMI Demak diruang Bina Praja. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
SELAMATKAN PESISIR: Sekda Pemkab Demak dr Singgih Setyono MMR menyaksikan penandatangan peresmian program pertama wilayah pesisir PMI Demak diruang Bina Praja. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
SELAMATKAN PESISIR: Sekda Pemkab Demak dr Singgih Setyono MMR menyaksikan penandatangan peresmian program pertama wilayah pesisir PMI Demak diruang Bina Praja. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
SELAMATKAN PESISIR: Sekda Pemkab Demak dr Singgih Setyono MMR menyaksikan penandatangan peresmian program pertama wilayah pesisir PMI Demak diruang Bina Praja. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

WAHIB PRIBADI, Demak

UPAYA Pemkab Demak untuk mengatasi abrasi di wilayah pesisir utara daerah tersebut hingga kini terus dilakukan. Bahkan, berbagai elemen turut melaksanakan upaya rehabilitasi pesisir tersebut. Kali ini, melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Demak, pesisir pantai di wilayah tiga desa di Kecamatan Wedung menjadi sasaran untuk penghijauan tersebut. PMI bekerjasama dengan American Red Cross (ARC) dan United States Agency for International Development (USAID) telah mencanangkan program khusus berupa pengurangan risiko bencana terpadu berbasis masyarakat diwilayah pesisir tahap I.

Program ini berlaku mulai Januari 2016 sampai Desember 2017. Sekda Pemkab Demak dr Singgih Setyono MMR mengatakan, PMI mengawali tahun 2016 ini dengan melakukan kegiatan program tersebut dengan fokus di pesisir. Tiga desa yang menjadi sasaran adalah Desa Kedungmutih, Desa Babalan dan Desa Berahan Wetan. Program pengurangan risiko itu sendiri sebelumnya telah dicanangkan di gedung Bina Praja dengan dihadiri langsung jajaran pengurus PMI Pusat, dari ilmuwan Institut Pertanian Bogor (IPB), dan kelompok masyarakat mangrove Bahari Desa Bedono, Kecamatan Sayung. “Program ini dilakukan sebagai upaya peningkatan kapasitas, pemberdayaan masyarakat serta mitigasi bencana. Program tersebut bertujuan untuk mengurangi angka kematian dan cedera serat mengurangi dampak sosial ekonomi yang diakibatkan oleh bencana alam dan kerusakan lingkungan untuk masyarakat rentan di Indonesia,” ujarnya.