Baru Dibangun, Nekad Jualan di Pasar Batang

841
BERJUALAN : Para pedagang baru maupun pedagang dari Pasar Darurat, nekad kembali berdagang di Pasar Induk Batang yang saat ini sedang dalam proses pembangunan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERJUALAN : Para pedagang baru maupun pedagang dari Pasar Darurat, nekad kembali berdagang di Pasar Induk Batang yang saat ini sedang dalam proses pembangunan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERJUALAN : Para pedagang baru maupun pedagang dari Pasar Darurat, nekad kembali berdagang di Pasar Induk Batang yang saat ini sedang dalam proses pembangunan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERJUALAN : Para pedagang baru maupun pedagang dari Pasar Darurat, nekad kembali berdagang di Pasar Induk Batang yang saat ini sedang dalam proses pembangunan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Para pedagang kecil yang baru sekitar 6 bulan berjualan, nekad berjualan di Pasar Induk Batang yang masih dibangun. Padahal, pasar tersebut masih dala proses dibangun dan dijadwalkan baru kelar pada tahun 2017 mendatang. Mereka adalah pedagang yang tidak tercatat sebagai pedagang yang akan menempati lapak atau kios Pasar Induk Batang mendatang.

Abdilah, 34, pedagang tempe warga Kelurahan Pasekaran, Senin (15/2) kemarin, ketika dikonfirmasi mengungkapkan bahwa dirinya dan puluhan pedagang lapak lainnya tidak memiliki tempat di Pasar Darurat. Selama ini, berjualan di trotoar Jalan Sutomo Pasar Darurat. Karena berdagang di trotoar jalan juga dilarang oleh pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), akhirnya pindah ke Pasar Induk Batang yang ditinggalkan para pemiliknya.

“Kami baru berdagang selama 6 bulan. Berjualan di Pasar Darurat tidak punya tempat dan dilarang. Kalau kami berdagang di sini pun dilarang, kami mau berdagang kemana lagi. Kami juga warga Kabupaten Batang dan asli orang Batang,” kilah Abdilah yang dibela puluhan teman pedagang lain.