Gandeng UGM, Petakan Daerah Rawan Longsor

439
KERJASAMA: Bupati Temanggung Bambang Sukarno bertemu Rektor UGM Dwikorita Karnawati untuk menjalin kerjasama di bidang pemetaan bencana, Jumat (12/2) lalu. (Humas Pemkab Temnaggung For Radar Kedu)
KERJASAMA: Bupati Temanggung Bambang Sukarno bertemu Rektor UGM Dwikorita Karnawati untuk menjalin kerjasama di bidang pemetaan bencana, Jumat (12/2) lalu. (Humas Pemkab Temnaggung For Radar Kedu)
KERJASAMA: Bupati Temanggung Bambang Sukarno bertemu Rektor UGM Dwikorita Karnawati untuk menjalin kerjasama di bidang pemetaan bencana, Jumat (12/2) lalu. (Humas Pemkab Temnaggung For Radar Kedu)
KERJASAMA: Bupati Temanggung Bambang Sukarno bertemu Rektor UGM Dwikorita Karnawati untuk menjalin kerjasama di bidang pemetaan bencana, Jumat (12/2) lalu. (Humas Pemkab Temnaggung For Radar Kedu)

TEMANGGUNG- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung terus melakukan pencegahan terjadinya bencana alam di wilayahnya. Pemkab menggandeng Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta untuk menjalin kerjasama di bidang pemetaan bencana alam tanah longsor.

“Dengan adanya pemetaan ini, Pemkab akan mendapatkan data yang akurat tentang wilayah mana saja yang rawan longsor, sehingga bisa diantisipasi sejak dini sebelum terjadinya musibah,” kata Bupati Temanggung Bambang Sukarno saat berkunjung ke UGK belum lama ini.

Bambang mengaku, selama ini pemkab belum memiliki data yang akurat tentang kondisi wilayah mana saja yang rawan bencana longsor atau tanah bergerak. Berdasarkan pengalaman, sudah beberapa kali terjadi bencana tanah longsor yang menimpa permukiman warga hingga menimbulkan korban jiwa. Seperti yang terjadi di Krempong Gemawang beberapa tahun lalu.