Imbangi Hutan Beton, Tambah Enam RTH

453

Suyana mengatakan, RTH publik yang dibangun akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Mulai dari taman, tempat permainan sederhana, dan gazebo. Juga infrastruktur pendukung lain yang disesuaikan luas lahan dan kebutuhan masyarakat.

”Yang pasti, ruang hijau akan lebih banyak. Sekitar 60 persen dibanding fasilitas lain yang ada di taman,” terangnya.

Dia berharap, RTH publik yang dibangun pemerintah tersebut bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. RTH ini bisa berfungsi sebagai ruang interaksi sosial sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan di sekitar permukiman.

Diungkapkan, keberadaan RTH publik ini sangat dibutuhkan. Namun, pemerintah juga berharap agar masyarakat bisa mengelola dengan sebaik-baiknya.”Banyak dari ruang terbuka hijau publik yang sudah dibangun, ternyata tidak dikelola dengan baik,” lanjutnya.

Pada 2015, BLH Kota Jogja tercatat membangun 10 RTH publik. Yaitu, empat lokasi di Kecamatan Umbulharjo, serta masing-masing dua lokasi di Kecamatan Gondokusuman, Kecamatan Mantrijeron, dan Kecamatan Gondomanan. Salah satu lokasi yang menjadi sasaran pembangunan RTH publik adalah di kawasan bantaran sungai baik di Sungai Code, Gajah Wong, dan Winongo.

Wali Kota Haryadi Suyuti (HS) menegaskan, pihaknya memiliki strategi untuk menambah ruang terbuka hijau publik. Pemkot memang akan lebih banyak membangun di kampung-kampung dibanding di lokasi-lokasi dekat jalan protokol.

”Bukan berarti taman-taman di pinggir jalan dikesampingkan. Saat ini prioritas memang ke permukiman,” tandas HS (eri/ila/JPG/ton)