Pasien DBD Didominasi Anak-anak

406

SEMARANG – Tren penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang musim penghujan terus meningkat. Berdasarkan data Rumah Sakit Tugurejo, sepanjang awal 2016 tercatat 64 orang dirawat karena terjangkit penyakit DBD.

Menurut Kasi Pelayanan Rawat Inap RS Tugurejo, Retno Wuryan, meningkatnya kasus DBD dikarenakan perubahan musim dari kemarau menjadi penghujan. Tren penyakit ini setiap musim penghujan selalu meningkat.

”Jika dibandingkan dengan musim kemarau, memang musim penghujan selalu meningkat,” katanya, Senin (15/2). Bulan Februari saja, sebanyak 34 orang dirawat di RS Tugurejo dikarenakan kasus DBD, 20 di antaranya masih melakukan rawat inap hingga saat ini.

Tidak hanya orang dewasa, penyakit ini juga menyerang anak-anak. Hal itu dikarenakan perkembangan nyamuk penyebab DBD yaitu Aedes Aegypti selalu tinggi saat musim penghujan. ”Memang kalau Januari dan Februari jumlah pasien khusus untuk DBD meningkat,” katanya. Fenomena ini seperti halnya fenomena tahunan yang selalu menjadi momok ketika musim penghujan tiba.

Faktor yang paling berpengaruh pada terjangkitnya jenis penyakit ini yaitu dikarenakan lingkungan. Kebersihan lingkungan memang harus selalu dijaga. Apalagi saat musim penghujan, banyak dijumpai genangan-genangan air yang berpotensi munculnya jentik-jentik nyamuk Aedes Aegypti.

”Di rumah sakit ini memang tidak hanya orang tua, namun juga anak-anak,” tuturnya. Namun pihaknya tidak menyebutkan data jumlah pasien anak dan pasien dewasa. Pencegahan penyakit ini yaitu dengan menjaga kebersihan lingkungan.

Baik itu lingkungan tempat tinggal, sekolah maupun perkantoran. ”Tren DBD memang kalau musim penghujan, nanti kalau musim kemarau ya pasti menurun lagi,” tuturnya. Selain itu, jika diketahui genangan-genangan air, warga diharapkan segera membersihkannya guna meminimalisir munculnya jentik-jentik nyamuk. ”Kebersihan lingkungan memang kuncinya, sehingga harus benar-benar memperhatikan hal itu,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo mengimbau masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar tempat tinggal. ”Karena memang yang paling berpotensi itu ya lingkungan tempat tinggal, jika bersih maka terjangkit DBD juga tidak mungkin datang,” tuturnya. (ewb/ric/ce1)