Pengembang Asing Lirik Jateng

450

SEMARANG – Sejumlah pengembang properti dari negara tetangga mulai melirik Jawa Tengah, seiring diberlakukannya pasar bebas ASEAN atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun ini. Beberapa pengembang yang melirik pasar Jawa Tengah di antaranya perusahaan dari Singapura dan Tiongkok. Salah satu contohnya adalah, pembangunan Kawasan Industri Kendal (KIK) di mana pembangunanya merupakan kerjasama antara perusahaan dari Singapura dan perusahaan lokal PT Jababeka.

“Sudah ada beberapa developer yang tertarik melakukan pengembangan di kota-kota besar Indonesia, termasuk wilayah Jateng. Sejauh ini mereka masuk dengan masih menggandeng pengembang lokal,” ujar Ketua DPD REI Jateng MR. Prijanto, kemarin. “Untuk perusahaan Singapura yang berinvestasi di KIK, nanti tidak hanya kerjasama membangun kawasan industri tapi rencananya juga akan membangun perumahan untuk karyawan,” sebutnya

Namun demikian, masuknya pengembang asing menurutnya justru akan lebih meningkatkan kualitas pada pengembang lokal. Ia yakin pengembang lokal Jawa Tengah mampu bersaing dengan pengembang dari luar. Hal itu dikarenakan saat ini kemajuan pengembang lokal sudah sangat baik. Perumahan-perumahan yang dikembangkan pun sudah memiliki desaian yang sangat indah yang tidak akan kalah dengan pengembang luar. “Dampak positifnya dengan masuknya developer dari luar maka pengembang lokal akan semakin bersaing, mulai dari desaian, harga, hingga kualitas,” ucapnya.

Tapi menurutnya juga masih ada beberapa hal yang yang perlu dikhawatirkan. Yaitu meningkatnya harga tanah. Dengan semakin banyak pengembang dari luar yang membeli tanah di Jawa Tengah maka, akan membuat harga tanah melambung.

Wakil ketua REI Jateng Bidang Promosi Humas & Publikasi Dibya K Hidayat menambahkan, diharapkan pengembang mendapatkan kemudahan untuk mendapatkan permodalan dari perbankan. Tidak hanya permodalan, namun perbankan juga diharapkan memberikan kemudahan terhadap kredit kepemilikan rumah (KPR), untuk meningkatkan daya beli. “Pemerintah sejauh ini memang sudah membantu banyak khusunya untuk pembangunan rumah FLPP atau rumah bersubsidi. Pemerintah tahun ini mengucurkan dana sampai Rp 21 triliun untuk membantu, kemudian membantu sarana pra sarana untuk pengembang,” tambahnya. (dna/smu)