Tebu Sebagai Simbol Pelindung

638
BERDOA: Umat Tri Dharma Kelenteng Hok Hoo Bio Wonosobo tengah menyiapkan berbagai hal untuk pelaksanaan Sembahyang King Tie Kong sebagai wujud syukur kepada Tuhan. (SUMALI IBNU CHAMID/ JAWA POS RADAR KEDU)
BERDOA: Umat Tri Dharma Kelenteng Hok Hoo Bio Wonosobo tengah menyiapkan berbagai hal untuk pelaksanaan Sembahyang King Tie Kong sebagai wujud syukur kepada Tuhan. (SUMALI IBNU CHAMID/ JAWA POS RADAR KEDU)
BERDOA: Umat Tri Dharma Kelenteng Hok Hoo Bio Wonosobo tengah menyiapkan berbagai hal untuk pelaksanaan Sembahyang King Tie Kong sebagai wujud syukur kepada Tuhan. (SUMALI IBNU CHAMID/ JAWA POS RADAR KEDU)
BERDOA: Umat Tri Dharma Kelenteng Hok Hoo Bio Wonosobo tengah menyiapkan berbagai hal untuk pelaksanaan Sembahyang King Tie Kong sebagai wujud syukur kepada Tuhan. (SUMALI IBNU CHAMID/ JAWA POS RADAR KEDU)

WONOSOBO –Umat Tri Dharma Kelenteng Hok Hoo Bio Wonosobo, tadi malam tepat pukul 00.00 WIB menggelar sembahyang wujud syukur untuk Tuhan Allah. Sembahyang yang digelar tepat tanggal 9 Imlek disebut juga dengan King Tie Kong.

Pelaksanaan Sembahyang Tuhan Allah dipersiapkan secara istimewa. Sejumlah umat kemarin (15/3) mulai menata beberapa syarat sembahyang. Di antaranya dipasang altar tinggi di depan Hio Lo Dian Gong atau tempat pemujaan berupa bejana besar. Pada altar tersebut, disusun berbagai makanan dan buah-buahan. Pada altar tinggi bersebut juga terdapat tanaman tebu seukuran 3 meter dengan hiasan kertas serupa teratai.

“Semua unsur di atas altar tersebut memiliki makna,” kata Ketua Yayasan Tri Dharma Hok Hoo Bio Wonosobo, Salim Kardianto.