Waspadai Puncak Musim Hujan Hingga Maret

511
ANTISIPASI BENCANA: Gotong royong memperbaiki lokasi longsor melibatkan warga, relawan dan anggota TNI, Polri di Desa Menden Kecamatan Ngawen. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
ANTISIPASI BENCANA: Gotong royong memperbaiki lokasi longsor melibatkan warga, relawan dan anggota TNI, Polri di Desa Menden Kecamatan Ngawen. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
ANTISIPASI BENCANA: Gotong royong memperbaiki lokasi longsor melibatkan warga, relawan dan anggota TNI, Polri di Desa Menden Kecamatan Ngawen. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
ANTISIPASI BENCANA: Gotong royong memperbaiki lokasi longsor melibatkan warga, relawan dan anggota TNI, Polri di Desa Menden Kecamatan Ngawen. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

KLATEN- Pemkab Klaten diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana alam saat saat musim hujan. Hasil kajian Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), intensitas curah hujan tinggi diperkirakan masih akan berlangsung hingga Maret mendatang. Sehingga berpotensi rawan bencana semisal banjir, tanah longsor dan angin ribut.

Kepala Bidang (Kabid) Pengkajian dan Penerapan Teknologi Pembuatan Hujan Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Hujan Buatan BPPT Tri Handoko Seto mengatakan, awal bulan ini curah hujan tinggi terjadi di Sumatera. Karena masa udara tertahan akibat pertemuan angin dari utara dan barat. Nantinya akan berlanjut mengarah ke Jawa dan Bali sehingga pemkab diharapkan untuk mengatisipasi.

“Dua hari terakhir arah angin utara melemah dan yang kuat angin dari wilayah barat. Ini akan berpotensi mengakibatkan terjadinya pertumbuhan awan di daerah Indonesia bagian selatan seperti Jawa, Bali dan Nusa Tenggara. Tapi di barat Sumatera masih ada peluang,” ujarnya kemarin (15/2).