Waspadai Puncak Musim Hujan Hingga Maret

517

Sementara itu, terkait curah hujan yang tinggi, Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Kelompok Kerja (Pokja) Banjir dan Kekeringan Agus Maryono meminta, agar masyarakat untuk waspada ancaman banjir bandang. Banjir bandang berlangsung cepat dan bersifat destruktif atau datang secara tiba-tiba sehingga berpotensi menimbulkan korban.

Tanggul yang berada di sekitar Sungai Dengkeng bisa jadi terus menerima beban yang terus bertambah setiap tahun. Apalagi jika di sekitar bantaran sungai muncul permukiman sehingga membuat berkurangnya vegetasi alami penguat tanggul. Sungai harus bersih, tidak ada penghalang, tidak ada rumah di tepi sungai,” ujarnya.

Untuk menekan resiko bencana banjir bandang dia menyarankan agar masyarakat dan pemerintah wajib mengidentifikasi sungai yang memiliki karakter banjir bandang. Khususnya sungai yang berada di tekuk lereng dengan komposisi batuan lemah, tumpukan kayu mati hingga tebing kritis.

“SKPD dan BPBD perlu melakukan penelusuran dan eksplorasi mana yang rawan banjir bandang. Sungai Dengkeng juga berpotensi terjadinya banjir bandang, jadi masyarakat harus tetap waspada,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Agus menyarankan pemerintah daerah untuk memasang sebuah alat peringatan dini atau yang dikenal Early Warning System (EWS). Peralatan ini berfungsi untuk memudahkan masyarakat dalam mengetahui sejak dini bencana banjir yang akan datang tujuannya untuk meminimalisir korban. (ren/oh/JPG/ton)