Diminta Awasi Dana Desa

Hari Ini, Ganjar Lantik 17 Kepala Daerah

546
GELADI BERSIH: Pelantikan 17 kepala daerah di Jawa Tengah akan dilaksanakan, hari ini Rabu (17/2) di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang yang dimeriahkan dengan pesta rakyat. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GELADI BERSIH: Pelantikan 17 kepala daerah di Jawa Tengah akan dilaksanakan, hari ini Rabu (17/2) di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang yang dimeriahkan dengan pesta rakyat. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GELADI BERSIH: Pelantikan 17 kepala daerah di Jawa Tengah akan dilaksanakan, hari ini Rabu (17/2) di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang yang dimeriahkan dengan pesta rakyat. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GELADI BERSIH: Pelantikan 17 kepala daerah di Jawa Tengah akan dilaksanakan, hari ini Rabu (17/2) di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang yang dimeriahkan dengan pesta rakyat. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SIMPANG LIMA – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, hari ini Rabu (17/2), melantik 17 bupati-wakil bupati/wali kota-wakil wali kota di wilayah Jawa Tengah yang terpilih dari Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang digelar akhir 2015 lalu. Dalam seremoni pelantikan yang digelar di Lapangan Pancasila, Simpang Lima Kota Semarang ini, masing-masing kepala daerah dan wakilnya akan menandatangani surat keterangan (SK) dan langsung aktif bekerja detik itu juga.

Rencananya, ketika melantik, Gubernur Ganjar Pranowo akan memberikan tiga pesan penting kepada para kepala daerah yang terpilih. Pertama, mereka harus betul-betul mengawasi dan menjamin penggunaan dana desa di wilayah kepemimpinannya secara transparan. Jangan sampai ada perangkat desa yang bermain-main dengan dana itu agar pembangunan dapat merata dan peningkatan kesejahteraan rakyat terwujud. “Jika ada yang melanggar, gubernur tidak segan meminta jaksa untuk memproses kasus tersebut secara hukum,” KATA Gubernur Ganjar.

Kedua, kepala daerah diminta untuk terus menggali dan mengembangkan potensi daerah yang dimilikinya, selaras dengan program desa mandiri yang dicanangkan gubernur. ”Terakhir, one village one product (OVOP) yang selama ini sudah berjalan di sejumlah daerah, harus terus ditingkatkan karena terbukti sangat membantu perekonomian masyarakat di tingkat bawah,” ujarnya.