Bangkitkan Gerakan Hizbul Wathan dan Pramuka

641
BENTUK KARAKTER: Ketua Kwarda Hizbul Wathan Kabupaten Demak, HM Sutarno menyampaikan gagasannya dalam rakor di SMK Pontren Darussalam. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
BENTUK KARAKTER: Ketua Kwarda Hizbul Wathan Kabupaten Demak, HM Sutarno menyampaikan gagasannya dalam rakor di SMK Pontren Darussalam. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
BENTUK KARAKTER: Ketua Kwarda Hizbul Wathan Kabupaten Demak, HM Sutarno menyampaikan gagasannya dalam rakor di SMK Pontren Darussalam. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)
BENTUK KARAKTER: Ketua Kwarda Hizbul Wathan Kabupaten Demak, HM Sutarno menyampaikan gagasannya dalam rakor di SMK Pontren Darussalam. (Wahib Pribadi/Jawa Pos Radar Semarang)

DEMAK- Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan dan Pramuka di lingkungan Muhammadiyah terus dibangkitkan. Bahkan, gerakan tersebut telah menjadi kegiatan ekstrakurikuler di Perguruan Muhammadiyah, utamanya di wilayah Jateng.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Demak, Fuad Alhamidy, mengatakan, sekarang ini diperlukan upaya untuk memudahkan siapa saja yang memerlukan dan berkepentingan dengan dibangkitkannya Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan di Indonesia tersebut.

Menurut Fuad, landasan hukum keberadaan Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) sudah jelas. Yakni, berasal dari PP Muhammadiyah, Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jateng, Kwarwil HW Jateng dan juga Undang – undang pramuka yang mengakui keberadaan pendidikan kepanduan sebelum UU pramuka diundangkan, khususnya dalam UU Gerakan Pramuka Bab VIII Ketentuan Peralihan Pasal 47. “Perlu diketahui, bahwa sistem pendidikan kepanduan HW menggunakan metode menarik, menyenangkan dan menantang dalam membentuk watak generasi muda. Sistem kepanduan ini dapat digunakan sebagai sarana pembentukan kader Muhammadiyah dan bangsa Indonesia,”katanya.