Cagar Budaya Bisa Dimiliki Swasta

637

IMG_20160214_080807-web

SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang menyatakan bahwa benda cagar budaya tidak harus dimiliki oleh pemerintah. Akan tetapi dapat juga dimiliki pihak swasta dengan syarat tetap sesuai dengan Undang-Undang tentang Cagar Budaya.

”Memang untuk menjamin agar tetap terjaga kelestariannya seharusnya dimiliki pemerintah. Namun, untuk membelinya juga harus jelas tujuannya,” ungkap Kepala Bidang Aset Satrio Imam pada Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Semarang menanggapi dijualnya salah satu bangunan cagar budaya yaitu Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kabluk yang berlokasi di Kelurahan Pandean Lamper, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.

Ia menjelaskan, RPH Kabluk sebenarnya bukanlah aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang sebagaimana anggapan masyarakat pada umumnya. Sebab, bangunan tersebut telah dipisahkan karena menjadi milik perusahaan daerah (Perusda). ”Ini sama dengan bangunan milik PDAM, Percetakan yang asetnya tidak lagi milik kami,” imbuhnya.