Kalah Pilkada, Jangan Jadi Penghambat Kemajuan

443

SEMARANG – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Tengah memberikan pesan kepada calon kepala daerah yang diusung namun kalah pilkada. Mereka diminta membantu menyukseskan program-program bupati/wali kota terpilih di daerah masing-masing. Ego dan sisa kemarahan saat menjadi rival dalam pilkada diminta segera dimusnahkan.

”Harus fair. Jangan sampai jadi penghambat kemajuan daerah gara-gara masih menyimpan rasa emosional saat menjadi lawan pilkada,” kata Bendahara DPD PDIP Jawa Tengah Agustina Wilujeng di Panti Marhenis, kemarin.

Dia juga meminta kepala daerah kader PDIP untuk mematuhi sejumlah rekomendasi DPP terkait pembangunan. Rekomendasi tersebut diungkapkan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto pada Rakerda Diperluas DPD PDIP Jawa Tengah belum lama ini. Untuk Kota Semarang misalnya, kepala daerah terpilih diminta membangun banyak taman kota dan hutan kota. ”Khusus di Kota Semarang, keindahan taman diminta diciptakan sampai tingkat kecamatan. Kalau di Kabupaten, Semarang didorong menjadi sentra pangan nonberas,” ucapnya.

Meski bisa dibilang sukses di pilkada serentak 2015, Agustina mengaku mengantongi evaluasi untuk menghadapi Pilkada 2017 yang digelar di tujuh daerah di Jateng. Sementara ini, PDIP Jateng tengah menggodok strategi agar dominasi kemenangan bisa kembali diraih.

Dari mapping sekilas, Agustina baru mematok kemenangan di empat daerah. ”Tapi itu baru meraba-raba. Kalau target realistisnya baru bisa dikatakan setelah calonnya jelas, lawannya jelas, serta penyusunan strategi dan logistiknya sudah siap,” imbuhnya.

Dia menjelaskan dari tujuh wilayah yang berpartisipasi dalam Pilkada 2017 mendatang, ada tiga daerah yang kekuatannya masih lemah. Yaitu Pati dan Jepara yang kurang satu kursi, serta Banjarnegara kurang 3 kursi. Sementara di Batang, Salatiga dan Brebes, kursi PDIP di DPRD setempat memungkinkan partai tersebut mengusung calon sendiri. (amh/ric/ce1)