Kasus Kunker dan Bintek Makin Mengerucut

812

UNGARAN-Penyelidikan kasus dugaan korupasi pengelolaan anggaran kunjungan kerja (Kunker) dan Bintek DPRD Kabupaten Semarang semakin menunjukkan adanya titik terang. Bahkan penyidik Kejaksan Negeri (Kejari) Ambarawa sudah ancang-ancang untuk memeriksa pihak-pihak lain yang terkait.

Seperti diketahui selama beberapa minggu ini penyidik telah memanggil beberapa rekanan kerja dan staf di Sekretariat Dewan (Setwan) Kabupaten Semarang. Mereka dipanggil untuk dimintai keterangannya perihal penyelidikan ini, serta minta konfirmasi perihal keterkaitannya.

Selain memanggil, penyidik juga menggali informasi dan melakukan konfirmasi dari pihak-pihak pemerintahan di daerah lain. Bahkan, telah meminta pertimbangan sejumlah akademisi yang saat itu sebagai mentor bimbingan teknis (Bintek).

Koordinator penyelidikan dari Kejari Ambarawa, Febrianda Ryendra menyatakan bahwa beberapa staf Setwan dan rekanan telah dimintai konfirmasinya di kantor Kejari Ambarawa. “Kami telah memanggil mereka, hasilnya sudah mulai ada titik terang terkait penyimpangannya,” ujar Febrianda di Ambarawa, Rabu (17/2).

Untuk memperdalam penyelidikan, penyidik akan memanggil beberapa staf dan rekanan lagi. “Hasil penyelidikan akan dievaluasi, kemudian akan kami memanggil lagi staf disana. Siapa-siapanya belum dapat kami beberkan,” ungkap Febrianda.

Evaluasi penyelidikan ini akan semakin memahami skema kemungkinan modus dugaan penyimpangan. Sehingga akan semakin mempercepat proses penyidikan yang ada.

Ketika disinggung siapa saja calon tersangkanya, Febrianda enggan menjawab, pasalnya masih dalam proses. “Ini masih proses penyelidikan dan memperdalam alat bukti, belum bisa kami beberkan,” ujarnya.

Beberapa tokoh masyarakat Kabupaten Semarang mendukung proses penyelidikan ini. Seperti diungkapkan oleh Husain Abdullah menyatakan mendukung proses penyelidikan ini. “Saya pribadi mendukung langkah kejaksaan menuntaskan dugaan korupsi, kami harap kejaksaan juga profesional dalam melakukan penyelidikan. Terlebih kasus ini sudah menjadi konsumsi publik,” ungkap Husain.

Husain berharap langkah kejaksaan tidak setengah hati dalam menuntaskan kasus dugaan korupsi. “Kalau perlu seret ke pengadilan hingga akar-akarnya, jangan hanya yang terlihat di permukaan saja. Tetapi jika memang tidak terbukti, jangan dicari kesalahannya,” pungkas Husain. (dni/jpnn/ida)