Populasi Elang Jawa Tinggal Empat Ekor

643
DEMI ALAM : Sejumlah jurnalis melakukan penanaman pohon di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi, Jurang Jero Merapi, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/RADAR KEDU)
DEMI ALAM : Sejumlah jurnalis melakukan penanaman pohon di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi, Jurang Jero Merapi, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/RADAR KEDU)
DEMI ALAM : Sejumlah jurnalis melakukan penanaman pohon di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi, Jurang Jero Merapi, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/RADAR KEDU)
DEMI ALAM : Sejumlah jurnalis melakukan penanaman pohon di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi, Jurang Jero Merapi, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/RADAR KEDU)

MUNGKID— Populasi elang jawa di kawasan gunung Merapi semakin berkurang. Belakangan, jumlah predator udara itu, tercatat tinggal empat ekor.

Hal itu disampaikan oleh Koordinator Forum Merapi Merbabu Hijau (FMMH) Sujatmiko saat menggelar kegiatan penanaman pohon di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) bersama Komunitas Jurnalis Magelang dan sejumlah relawan serta instansi, kemarin.

Kegiatan tersebut dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN), di kawasan TNGM. ”Pantauan kami sekarang, populasi elang jawa semakin berkurang. Bahkan, tinggal empat ekor saja,” kata Sujatmiko.

Elang jawa, kata dia, kerap terpantau terbang di kawasan hutan pinus Merapi. Untuk mengembalikan ekosistem elang jawa sangat sulit. Mengingat kerusakan habitatnya semakin parah.
Koordinator Kelompok Tani Randu Hijau, Gus Wahib, mengatakan, beberapa tahun lalu, populasi elang jawa masih terpantau cukup banyak. Pasca-erupsi 2010 lalu, jumlahnya semakin berkurang.

”Kawanan elang ini tinggal di kawasan hutan paling ujung. Mereka biasa keluar saat pagi dan siang untuk mencari makan.”