Sulap Barang Bekas Jadi Barang Bernilai Seni Tinggi

Lebih Dekat dengan Pemilik Satu Kaki yang Terus Berkarya

732
TETAP BERKARYA: Agung Setiabudi, tetap berkarya dan bisa membantu sesama, walaupun memiliki keterbatasan fisik. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TETAP BERKARYA: Agung Setiabudi, tetap berkarya dan bisa membantu sesama, walaupun memiliki keterbatasan fisik. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TETAP BERKARYA: Agung Setiabudi, tetap berkarya dan bisa membantu sesama, walaupun memiliki keterbatasan fisik. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TETAP BERKARYA: Agung Setiabudi, tetap berkarya dan bisa membantu sesama, walaupun memiliki keterbatasan fisik. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Memiliki keterbatasan fisik dengan hanya satu kaki, tak membuat Agung Setiabudi, 40, ini menyerah. Warga Kampung Sumenaban RT 3/I Kelurahan Kauman, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang ini, tetap berkarya. Menyulap sisa kartu perdana bekas, menjadi benda bernilai seni tinggi. Seperti apa?

ADENNYAR WYCAKSONO

PADA 2014 lalu, Agung harus merelakan satu kakinya diamputasi lantaran penyakit gula yang ia derita. Praktis hanya dengan satu kaki, ia kehilangan pekerjaannya dan hanya bisa beraktivitas di dalam rumah.

”Dulu kaki saya diamputasi, sehingga saya kehilangan pekerjaan. Setelah saya salat, kemudian berpikir mau kerja apa? Secara tidak sengaja melihat sebuah kartu perdana bekas dan terlintaslah untuk membuatnya sesuatu agar lebih bermanfaat,” kata pria kelahiran 1 Januari 1976 ini.