Tolak Gunakan Genset, Pilih UNBK Susulan

492

MAGELANG-Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Magelang menjamin pasokan listrik saat pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), aman. Meski kemungkinan terpahit, terjadi pemadaman listrik saat pelaksanaan. Jika itu yang terjadi, sebelas sekolah peserta ujian tersebut, memilih ujian susulan daripada menggunakan genset.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Disdik Kota Magelang, Agus Sujito, mengaku hingga kini belum berkomunikasi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) setempat. Meski begitu, dalam waktu dekat, ia akan mengirimkan surat permohonan jaminan pasokan listrik stabil.

”Saya beri garansi selama pelaksanaan UNBK pada 4-12 Februari tidak ada pemadaman listrik,” jamin Agus, Rabu (17/2) kemarin.

Agus tetap mengimbau, sesuai petunjuk teknis (juknis) dan petunjuk pelaksanaan (juklak) ujian, maka sekolah harus menyediakan genset jika pemadaman tidak dapat ditoleransi. ”Sekolah tetap wajib menyediakan cadangan listrik,” kata Agus, mengingatkan.

Proktor Utama SMK Yudya Karya, Fashihul Makmun mengatakan, sekolahnya memiliki genset berkekuatan 10 KVA. Meski demikian, pihaknya bersikukuh enggan menggunakan cadangan listrik tersebut. ”Kami lebih memilih ujian susulan daripada menggunakan genset. Pengalaman UNBK tahun lalu juga tidak digunakan,” tegas Fashihul.

Fashihul menjelaskan, penggunaan genset bukan solusi tepat. Ketika listrik padam, siswa tetap masih dapat melanjutkan mengerjakan ujian. Namun, hasil akhir yang diperoleh belum tentu maksimal.

”Durasi akan tersita untuk menyalakan genset. Waktu ujian terbatas dan konsentrasi siswa pasti pecah. Jadi lebih tepat memilih ujian susulan saja.” (cr1/isk)