Bank BUMN Tembus ASEAN

554

SEMARANG – Sejumlah bank milik badan usaha milik negara (BUMN) mulai menembus pasar ASEAN. Hal ini sebagai salah satu strategi dalam menghadapi persaingan dalam pasar bebas masyarakat ekonomi ASEAN (MEA).

Advisor Bidang Internasional dan Kelembagaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Triyono mengatakan, tantangan lembaga keuangan dengan adanya MEA adalah persaingan yang semakin tinggi. Salah satu strategi untuk menghadapinya yaitu dengan memperkecil jarak antara lembaga keuangan dalam negeri dengan lembaga keuangan asing.

“Kita harus meminimalisir gap. Semisal perbankan asing sudah ada di Indonesia, sementara kita di negara tersebut belum ada, maka jangan izinkan dulu mereka tambah lagi di sini, kecuali kita sudah masuk di sana,” ujarnya, kemarin (18/2).

Terkait strategi tersebut, sejauh ini sudah ada dua bank BUMN, yang mengadakan perundingan dengan beberapa negara ASEAN. Perundingan ini diharapkan segera membuahkan kesepakatan, sehingga bank BUMN ini bisa segera beroperasi di negara-tersebut. “Ada dua bank BUMN yang sedang proses perundingan dengan Malaysia dan Singapura. Tinggal kita tunggu kesepakatannya saja. Sekali kita buka akses ini, maka bank-bank lain akan mudah untuk masuk ke negara-negara tersebut,” sebutnya.

Ia mengakui, sejauh ini memang baru bank milik BUMN yang terlihat agresif menembus pasar asing. Sementara bank non BUMN masih belum tampak agresivitasnya, karena terkendala dengan masalah permodalan. “Untuk ekspansi, terlebih ke luar negeri, tentu membutuhkan modal yang besar. Kalau bank non BUMN bisa jadi terkendala masalah ini, atau ada juga bank non BUMN yang memiliki modal cukup besar, tapi ternyata juga sudah merupakan bank asing,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengharapkan ke depan, bank yang cukup berpengalaman menangani sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) juga dapat menembus negara-negara di ASEAN. Seperti Laos, Vietnam dan Kamboja. (dna/smu)