Bansos Disalurkan ke PL

736
PERIKSA BANSOS : Petugas Kesra Setda Pekalongan saat menyerahkan 2.000 proposal penerima Bansos, ke Kejaksaan Negeri Kajen Pekalongan. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
PERIKSA BANSOS : Petugas Kesra Setda Pekalongan saat menyerahkan 2.000 proposal penerima Bansos, ke Kejaksaan Negeri Kajen Pekalongan. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
PERIKSA BANSOS : Petugas Kesra Setda Pekalongan saat menyerahkan 2.000 proposal penerima Bansos, ke Kejaksaan Negeri Kajen Pekalongan. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
PERIKSA BANSOS : Petugas Kesra Setda Pekalongan saat menyerahkan 2.000 proposal penerima Bansos, ke Kejaksaan Negeri Kajen Pekalongan. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)

KAJEN – Bantuan sosial (bansos) yang disalurkan oleh 45 mantan anggota DPRD Kabupaten Pekalongan periode 2009 – 20014, ternyata tidak tepat sasaran dan peruntukannya. Karena lebih dari 60 persen penerima bansos tidak menerima 100 persen dari dana yang seharusnya diterima.

Hal itu terungkap, Kamis (18/02), ketika Kejaksaan Negeri (Kejari) Kajen Pekalongan memeriksa Kirom Heru Purwantoro. Mantan anggota DPRD tahun 2009-2014 tersebut, menerima Rp 50 juta dana bansos, diberikan kepada warga sebagai modal usaha dan kerja, dan sebagian disalurkan kepada para Pemandu Lagu (PL) dengan besaran Rp 2 juta per PL.

Ada beberapa PL yang menolak menerima uang Rp 2 juta tersebut. Dengan alasan mereka lebih menyukai pekerjaan sebagai penghibur dunia malam, karena berpenghasilan lebih besar. Serta mereka menganggap tidak perlu menerima bansos tersebut.