Bos Gajah dan Ahli Waris Eks Karyawan Berdamai

Pencemaran Nama Baik

1258

SALATIGA-Kasus dugaan pencemaran nama baik antara pemilik Toko Emas Gajah, Jencien Restantio, dengan Putri Mulyani , 35, ahli waris alhamarhum Cahyo Indarto, mantan karyawan toko emas tersebut, akhirnya berakhir damai. Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan.

Pihak pelapor yang merasa nama baiknya dicemarkan, Jancien Restantio, 43, kemarin siang mencabut laporan polisi dengan terlapor Putri Mulyani. Kesepakatan damai ini dilakukan di Mapolres Salatiga dihadiri pelapor dan terlapor didampingi mantan kuasa hukum Putri dalam kasus tersebut Ign Suroso Kuncoro dan Budi Sutrisno.

”Klien kami sudah mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada pihak Toko Emas Gajah dan sepakat masalah ini diselesaikan secara kekeluargaan. Dengan dicabutnya laporan dan jalan kekeluargaan, maka sudah tidak ada lagi proses hukum,” kata Ign Suroso Kuncoro mewakili terlapor.

Pihak pelapor, yakni Jancien Restantio, menerima permintaan maaf Putri Mulyani dan setuju permasalahan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. ”Karena sudah mengakui kesalahan dan minta maaf, saya cabut laporan soal pencemaran nama baik saya. Kami sendiri sebenarnya juga lebih senang berdamai,” tandas Jancien.

Diketahui, pelaporan pencemaran nama baik tersebut berawal ketika Putri Mulyani melalui kuasa hukumnya Ign Suroso Kuncoro mengeluarkan pernyataan dan dimuat di sebuah koran ternama Semarang pada 7 Februari 2014. Pernyataan itu berkait tentang belum diberikannya hak-hak almarhum suaminya sebagai karyawan oleh manajemen Toko Emas Gajah.

Karena pihak Toko Emas Gajah merasa sudah melaksanakan kewajibannya, dan Jencien selaku pemilik toko itu merasa nama baiknya dicemarkan oleh Putri, ia pun melaporkan kasus tersebut ke polisi dengan delik pencemaran nama baik. Oleh pihak kepolisian, kasus ini diproses dan sudah memeriksa sejumlah saksi. (deb/jpg/aro)