Guru Belum Siap Hadapi MEA

557

”Guru-guru yang tersertifikat akan mendapatkan hak sebagai guru profesional, hak untuk mendapatkan pembinaan dalam tugas, dan hak untuk mendapatkan tunjangan,” bebernya.

Guru profesional memiliki persyaratan selain kompeten, juga bermartabat. Sehingga LPTK (Lembaga Pendidikan Tinggi Kependidikan) dan pihak-pihak terkait dunia pendidikan juga harus mampu menjaga kompetensi serta keprofesionalannya, serta martabat guru.

”Persoalan yang muncul, saat ini setelah sertifikasi banyak guru yang secara berani ambil utang di bank untuk kepentingan pribadi,” tuturnya. Sehingga hal itu dipandang Fathur tidak menempatkan sertifikasi sesuai dengan tujuan utamanya.

Pembantu Rektor Bidang Pengembangan dan Kerja Sama Unnes, Sukestiyarno, mengatakan, saat ini Unnes telah memfasilitasi melalui PPG (Program Profesi Guru) yang terstandar dan pembinaan berkelanjutan. ”Kita ingin mengambil peran dalam upaya peningkatan kompetensi dan peningkatan keberlanjutan sertifikasi guru,” katanya. Sehingga nantinya sertifikat yang didapatkan oleh guru bisa meningkatkan prestasi dan kinerja.

Menurutnya, guru juga harus memiliki semangat belajar yang tinggi. Serta harus didorong untuk terus meng-update teknologi dan informasi. ”Saat ini memang banyak yang lemah terkait dengan bahasa asing,” tuturnya. (ewb/aro/ce1)