Jagung Mahal, Peternak Menjerit

597
TAK SIAP : Para peternak ayam telur usai pelantikan pengurus PPN bersama Wabup Magelang Zaenal Arifin, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar KEdu)
TAK SIAP : Para peternak ayam telur usai pelantikan pengurus PPN bersama Wabup Magelang Zaenal Arifin, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar KEdu)
TAK SIAP : Para peternak ayam telur usai pelantikan pengurus PPN bersama Wabup Magelang Zaenal Arifin, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar KEdu)
TAK SIAP : Para peternak ayam telur usai pelantikan pengurus PPN bersama Wabup Magelang Zaenal Arifin, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar KEdu)

MUNGKID— Kebijakan pemerintah menghentikan impor jagung membuat sejumlah peternak ayam di Kabupaten Magelang kebingungan. Bagaimana tidak, mereka kini harus mengeluarkan biaya operasional lebih tinggi.

Ketua Presidium Pinsar (Pusat Informasi Pasar) Petelur Nasional (PPN) Yudiyanto mengatakan, harga pakan yang berbahan dasar jagung naik dari sekitar Rp 5.000 hingga mencapai hampir Rp 7.000 per kilogram saat ini. Hal itu terjadi sebagai dampak dari diberhentikannya impor jagung oleh pemerintah sejak beberapa bulan lalu.

”Kami sebenarnya sudah menyampaikan hal ini ke pemerintah dan DPR. Namun hingga saat ini, belum ada solusi. Mungkin karena kami datang atas nama sendiri, tidak ada nama lembaga atau instansi. Hal ini karena belum ada lembaga peternak atau pengusaha ayam petelur di Indonesia,” kata dia, kemarin.