Raup Miliaran, Pelaku Investasi Bodong Ditangkap

1489
GELAR PERKARA : Kapolres Pekalongan Kota AKBP Luthfie Sulistiawan saat gelar perkara bersama sejumlah tersangka penipuan investasi yang berhasil diungkap kesatuannya. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
GELAR PERKARA : Kapolres Pekalongan Kota AKBP Luthfie Sulistiawan saat gelar perkara bersama sejumlah tersangka penipuan investasi yang berhasil diungkap kesatuannya. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
GELAR PERKARA : Kapolres Pekalongan Kota AKBP Luthfie Sulistiawan saat gelar perkara bersama sejumlah tersangka penipuan investasi yang berhasil diungkap kesatuannya. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
GELAR PERKARA : Kapolres Pekalongan Kota AKBP Luthfie Sulistiawan saat gelar perkara bersama sejumlah tersangka penipuan investasi yang berhasil diungkap kesatuannya. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

PEKALONGAN – Polres Pekalongan Kota berhasil mengungkap kasus penipuan dengan modus investasi bodong singkong emas. Tersangka Endy Priyatna, 56, warga Komplek Ayu wangi, Sukataris, Karangtengah, Cianjur, Jawa Barat atau Jalan Kalibata Selatan II Jakarta Selatan berhasil ditangkap. Pelaku dibawa ke Pekalongan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Luthfie Sulistiawan menjelaskan, kasus tersebut bergulir pada tahun 2015. “Korban ditawari investasi penanaman singkong emas dengan hasil yang menggiurkan. Akhirnya tertipu hingga miliaran,” ucap Kapolres, Rabu (17/2).

Diceritakan Kapolres, kronologis kejadian bermula tersangka Endy Priyatna menawarkan investasi Singkong Emas kepada korban Arifin Mochtar bin Tio Budiono, 60, warga Jalan Belimbing 44 Sampangan, Pekalongan Timur, Kota Pekalongan. Korban ditawari dua lahan, yang pertama berlokasi di desa Karang Bolong Cigiules Serang Banten, seluas 14 hektare. Setelah sepakat dibuatkan surat perjanjian jual beli di notaris tanggal 24 Januari 2015 dengan harga Rp 85 juta per hektare.