Raup Miliaran, Pelaku Investasi Bodong Ditangkap

1496

Dan lokasi kedua di Desa Sindang Sajira Lebak Banten, seluas 3 hektare. Dibuatkan juga surat perjanjian jual beli di Notaris tanggal 2 Maret 2015 dengan harga Rp 85 juta per hektare.
Semua perjanjian dilakukan di kantor Notaris Moh Nofan S.H M.Ka Jalan Semarang 49 Sugihwaras, Kota Pekalongan.

Setelahnya, korban transfer uang kepada pelaku dua kali, pada 26 Januari 2015 sebesar Rp775 juta dan 6 maret 2015, sebesar Rp 371 juta, sehingga total Rp1.145 juta. “Korban mau, karena dijanjikan 4 bulan berikutnya akan panen, dengan keuntungan berlipat,” jelas Kapolres.

Namun karena korban penasaran, sebelum 4 bulan atau masa panen. Dirinya melakukan pengecekan di lokasi tanaman singkong emas tersebut. Ternyata lahan yang dimaksudkan tidak ada tanaman singkong alias kosong. Dan setelah ditanyakan orang sekitar, ternyata lahan tersebut bukan milik tersangka dan warga tidak ada yang kenal tersangka.

Sehingga korban, akhirnya melaporkan kasus penipuan tersebut ke Polres Pekalongan Kota pada 30 Agustus 2015. Setelah dilakukan pelaporan, Tim Satreskrim langsung bergerak memeriksa 7 saksi yang terlibat kasus tersebut. Serta mengamankan bukti, perjanjian dan fotocopy transfer uang ke tersangka. Dan akhirnya bisa ditangkap. Atas perbuatannya, pelaku akan dijerat pasal 378 KUHP tentang Penipuan “Kami masih menyelidi lebih dalam, karena pelaku dan korban mengakui total kerugian sampai Rp1,4 miliar, namun buktinya belum ketemu,” ucapnya.

Saat pelaku dikonfirmasi, dia membenarkan total penipuan sebesar Rp1,4 miliar. (han/ric)