Tewas Dikeroyok Saat Asyik Nongkrong

568

DEMAK- Kasus pengeroyokan berujung pada kematian menimpa Muhamad Toeiqudin, 23, warga Desa Gebanganom Lor, RT 2 RW 5, Kecamatan Bonang. Korban tewas setelah dikeroyok oleh beberapa orang tidak dikenal di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Demak dan Masjid Agung Demak, tepatnya saat asyik nongkrong di Alun-Alun setempat pada Rabu ( 17/2) tengah malam pukul 01.30. Korban meninggal dunia lantaran kehabisan darah akibat luka berat di kepala bagian belakang.

Kapolres Demak AKBP Heru Sutopo melalui Kasubag Humas AKP Zamroni mengatakan, pihak kepolisian hingga kemarin masih mengejar para pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan nyawa melayang tersebut. Peritiwa berawal ketika korban bersama temannya Doni Saputra, 19, warga Dukuh Gombang RT 4 RW 3, Desa Jatimulyo, Kecamatan Bonang dan Zaenal Abidin, 19, warga Dukuh Paesan RT 6 RW 4, Kecamatan Bonang, sekitar sedang duduk-duduk di Alun-Alun.

Saat bersamaan, mereka didatangi beberapa orang tidak dikenal. Sejurus kemudian, mereka tiba-tiba menyerang korban dan memukuli dengan tangan kosong. Korban juga ditendang serta salah satu pelaku ada yang memukul dengan ikat pinggang sehingga korban mengalami luka dibagian kepala belakang, wajah dan mata.

Pendarahan di kepala membuat korban langsung limbung dan terkapar. Para pelaku kemudian melarikan diri. Setelah itu, korban diajak pulang teman-temannya yang turut nongkrong tersebut ke rumah Zulaikah, 30, warga Dukuh Gebang RT 4 RW 3, Desa Jatimulyo, Kecamatan Bonang. Di rumah tersebut, korban akhirnya meninggal lantaran luka pendarahan di kepala yang tidak tertangani. Kasus tersebut kini dalam penanganan Polres Demak. “Pelaku terancam pasal 170 subsidair 338 KUHP tentang pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal,” katanya. (hib/zal)