Agar Mandala Bhakti Lebih “Hidup”

640
TEMPAT NONGKRONG BARU: Suasana peresmian Kafe Wedangan D'Museum beberapa waktu lalu. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TEMPAT NONGKRONG BARU: Suasana peresmian Kafe Wedangan D'Museum beberapa waktu lalu. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TEMPAT NONGKRONG BARU: Suasana peresmian Kafe Wedangan D'Museum beberapa waktu lalu. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TEMPAT NONGKRONG BARU: Suasana peresmian Kafe Wedangan D’Museum beberapa waktu lalu. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Untuk menghilangkan kesan jadul, angker dan kaku Museum Mandala Bhakti Semarang, dibangun sebuah kafe di area milik Kodam IV/Diponegoro tersebut. Kafe dengan nama Kafe Wedangan D’Museum, tersebut dikonsep semenarik mungkin untuk menarik minat pengunjung.

Kafe diresmikan langsung oleh Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Jaswandi didampingi sejumlah pejabat Kodam IV/Diponegoro dan Pemkot Semarang. “Kafe ini diharapkan bisa menghidupkan Museum Mandala Bhakti yang berada di salah satu ikon wisata di Kota Semarang yakni di Kawasan Tugumuda dan Lawangsewu,” kata pengelola kafe, Donny.

Selain untuk menyemarakkan museum yang ketika malam hari terlihat sepi, kafe itu juga untuk memanfaatkan lahan yang bisa digunakan untuk arena santai masyarakat Kota Semarang.

Lokasi tersebut mempunyai keunggulan di antaranya tempat parkir yang luas. Sehingga wisatawan yang berbelanja oleh-oleh di sekitar Jalan Pandaranan Semarang bisa memarkir di lokasi tersebut, sekaligus mampir mencicipi menu di kafe tersebut. “Pengunjung bisa betah dengan kafe ini, jajanannya adalah jananan khas Semarang. Apalagi halamannya yang luas, bisa dijadikan kantong parkir,” tandasnya. (den/smu)