Tertipu Calo PNS, Rp 17,5 Juta Raib

557

UNGARAN-Rupanya Pegawai Negeri Sipil (PNS) masih menjadi profesi favorit masyarakat. Tak heran, jika segala cara ditempuh warga agar bisa diterima menjadi PNS. Termasuk dengan membayar uang pelicin. Namun apes, bukannya diterima sebagai PNS, tapi justru harus tertipu hingga puluhan juta rupiah. Ini Seperti yang dialami seorang ibu rumah tangga, Sawitri, 52, warga Dusun Gemolan, Desa Terban, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang. Ia terpaksa melapor ke polisi setelah menjadi korban penipuan calo PNS.

Pada penyidik, Sawitri menjelaskan, penipuan calo PNS yang dialami bermula saat dirinya berkunjung ke rumah temannya, berinisial K di Desa Jembrak, Pabelan, Kabupaten Semarang sekitar April 2015 silam. Saat itu, juga ada beberapa rekan K, di antaranya berinisial J, dan KY.

Sawitri mengaku, saat itu dirinya diiming-imingi kalau anaknya dapat diangkat sebagai PNS di Dinas Perhubungan Kota Salatiga pada 15 Mei 2015. “Tapi sebelum diproses harus menyetorkan uang Rp 17,5 juta sebagai bukti keseriusan. Tidak lama setelah pertemuan itu, saya bayarkan uang Rp 17,5 juta,” kata Sawitri di depan penyidik Polsek Pabelan.

Setelah lama menunggu, korban memang menerima surat panggilan PNS di Dinas Perhubungan Kota Salatiga. Namun setelah didatangi ternyata tidak benar ada lowongan karyawan di kantor dinas tersebut.

Karena merasa tertipu, Sawitri pun meminta uang yang telah disetorkan. Namun usahanya tidak membuahkan hasil. Bahkan saat pelaku dihubungi lewat telepon, nomor handphone-nya sudah tidak aktif.

Karena merasa dipermainkan, Sawitri terpaksa melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pabelan. Selain melaporkan, Sawitri juga menyerahkan bukti pembayaran berupa kwitansi dan surat panggilan kerja palsu.

Kanit Reserse Polsek Pabelan, Aiptu Dwi Budiono, menyatakan, saat ini jajarannya tengah melakukan penyidikan kasus tersebut. “Kami masih mendalami kasus penipuan PNS ini. Kemungkinan tidak hanya satu korban, tapi ada beberapa korban lainnya,” ujar Aiptu Dwi Budiono, Jumat (19/2).

Atas perbuatannya, pelaku berinisial K akan dijerat pasal 378 dan 372 KUHP tentang penipuan. (dni/jpg/aro)