Bertumbangan di Babak Penyisihan

996

Tapi di antara nama-anam unik itu, ternyata salah satu yang jadi pusat perhatian ketika nama sang kuda dikumandangkan. Ada kuda milik Sortalok Stable Solo yang dilatih oleh Sunar. Nama sang kuda adalah ”Hamil Duluan”.

”Kuda asal Solo yang namanya Hamil Duluan itu bisa jadi memang menggambarkan sang kuda pas mau lahir. Tapi kuda ini sudah terkenal sekali jadi jawara di kelasnya (Sandel D Revan 1000 M). Soal nama nyentrik kuda, itu mungkin penggambaran sang empunya akan kecintaan dia pada si kuda,” terang Yudi ”Wawan Wulung” Kurniawan, ketua pordasi Sukoharjo kepada Radar Solo.

Sementara itu, dalam kejuaraan ini digelar 13 kelas perlombaan yang disesuaikan berbagai jarak yang harus ditempuh. Untuk kelas terjauh adalah free for all yang akan menempuh jarak 2000 meter dengan kondisi lima kali putaran finish di lintasan Lapangan Gentan.

Lantas, kelas super lokal akan menempuk jarak 1.400 meter. Ada juga kelas lokal, Sandel a dan Sandel b dengan jarak tempuk 1.200 meter. Kemudian jarak 1.000 meter harus ditempuh untuk para kuda yang akan turun di kelas Sandel C, Sandel D, Madya B, Madya C, dan Overdock.

Kelas tambahan yang juga jadi pusat perhatian penonton adalah di kelas Mini a, Mini b, dan free dor all mini yang harus menempuh jarak 600 meter. Di babak penyisihan kemarin, ternyata keseruan benar-benar sudah pecah. Para warga yang menonton laga ini terlihat cukup antusias melihat para kuda berlari mendahului pesaingnya.

Ketatnya pertandingan, membuat banyak dari kuda yang akhirnya harus tercatum karena fisik atau kondisi tanah membuat dirinya terjatuh. Tak sedikit pula joki yang terlempat dari tunggakannya karena insiden kecil tersebut.

”Ajang ini memang sebagai ajang untuk mengambangkan para pecinta kuda di Indonesia. Tapi mereka yang datang adalah para kuda terbaik di kategori Sandel (kuda asli ras Indonesia),” bebernya.

Peserta yang hadir mulai dari Magelang, Boyolali, Sukoharjo, Klaten, Sragen, Blitar, Madiun, Demak, Pacitan, hingga Ponorogo. Kepala Desa (Kades) Gentan Uke Fransiska, yang juga ketua penyelenggara, menurunkan sembilan kuda terbaiknya.

”Peluangnya tuan rumah Sukoharjo mungkin di kelas Sandel a dan Super Lokal. Kuda-kuda luar kota hebat-hebat. Walaupun jarak dari sini jauh, tapi stamina pas tanding benar-benar kuat-kuat,” terangnya. (nik/un)