Prihatin Minim Regenerasi Petani Kopi

548

Mulyono dan pegawai pilih kopi (1)-WEB

BISNIS kopi bisa dibilang tidak ada matinya. Nyaris semua orang doyan ngopi. Bahkan belakangan, kedai dan cafe kopi terus bermunculan bak jamur di musim hujan. Sayang, derasnya bisnis kopi ini hanya dinikmati para pemain di industri kopi saja.

“Kalau di tingkat hilir seperti industri dan pengolah kopi, bisa survive di segala kondisi. Yang dikhawatirkan justru di hulu. Sebab, petani dituntut untuk selalu memproduksi kualitas kopi yang optimal,” tuturnya.

Padahal, di tingkat petani kopi Indonesia, tak terlalu memikirkan kualitas. Mereka lebih mementingkan kuantitas. Kadang justru nekat memanen sebelum waktunya agar bisa segera menjadi rupiah. Nyaris tidak ada yang memimikirkan bagaimana cara mengolah perkebunan agar menghasilkan biji kopi berkualitas tinggi. Bagaimana mendapatkan bibit unggul, pemakaian pestisida, hingga cara pemupukan yang tepat.