Bank Formal Harus Tiru Kemudahan Bank Titil

600

Begitu juga di Bali. Ada bank yang dikelola oleh orang-orang adat setempat. Jika ada nasabah yang ingin mengajukan pinjaman, harus lewat kepala adat tersebut. Di Padang juga menerapkan konsep ini. Dan sudah terbukti bagaimana usaha mereka dalam menggerakkan ekonomi rakyat.

”Kuncinya adalah kepercayaan. Di Kota Semarang sebenarnya bisa seperti itu. Bank formal pun butuh keterbukaan dengan bekerja sama dengan orang-orang yang bisa dipercaya demi memberikan kemudahan ini,” paparnya.

Terpisah, Kepala Kantor BRI Wilayah Semarang, Kurnia Chaerudin Umum sebagai salah satu bank penyalur kredit usaha rakyat (KUR) mengungkapkan, pihaknya sejauh ini telah berupaya hadir ke tengah masyarakat hingga ke pelosok. Termasuk juga dalam mempermudah sistem pinjaman, khususnya bagi pelaku UMKM.

“Para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dapat menerima kredit usaha rakyat (KUR), meski tanpa agunan. Dengan catatan, UMKM tersebut memiliki bidang usaha produktif dan layak (feasible). Syarat-syaratnya umum saja, seperti surat keterangan izin usaha dan ada kelayakan usaha. Kalau agunan tidak wajib,”ujarnya.

Deputi Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wibowo Santoso mengatakan, praktik bank titil selama dilakukan oleh lembaga berizin, maka hal itu tidak melanggar Tindak Pidana Perbankan sekalipun biasanya cenderung mematok bunga tinggi. ”Namun jika tidak memiliki perizinan atau ilegal, itu termasuk bank gelap,” terang Santoso.

Bunga tinggi yang diterapkan itu pun, lanjut Santoso, tidak bisa dipidanakan, sebab termasuk wilayah hukum perdata. Di mana dalam transaksi tersebut terdapat kesepakatan antara dua belah pihak. ”Namun demikian, praktik keuangan seperti itu tidak sehat. Masyarakat kita ya harus cermat untuk memilih,” kata dia.

Santoso mengimbau kepada masyarakat jika melakukan peminjaman uang agar melalui lembaga resmi. Artinya, bank yang memiliki aturan jelas, termasuk berbunga rendah. ”Sudah menjadi kewajiban OJK untuk mencegah praktik keuangan yang merugikan masyarakat,” pungkasnya. (amh/amu/dna/aro/ce1)