Bunga Mencekik, Tetap Diminati Pedagang Pasar

Menelusuri Praktik ’Bank Titil’ di Pasar-Pasar Tradisional

949

RENTENIR BANK TITIL

Bank titil atau bank plecit merupakan bagian bentuk bank yang dalam pembayarannya biasanya dicicil setiap hari atau setiap minggu sekali. Dalam pelaksanaannya bank titil –baik perorangan maupun badan usaha—memberikan bunga pinjaman di atas bunga-bunga bank konvensional. Bahkan bisa sampai 20 persen. Maka bisa dikatakan pemilik bank titil adalah rentenir. Yakni, suatu usaha ekonomi yang termasuk kategori haram karena dinilai mengandung riba.

Namun para pedagang kecil, terutama di pasar-pasar tradisional, lebih sering memanfaatkan jasa para pelaku bank titil dibanding bank umum, karena prosedur yang ditempuh sangat mudah, cepat, dan cara pengembaliannya pun tidak harus menyetor, tetapi cukup diambil oleh pelaku bank titil. Artinya, peminjam cukup di tempat, baik untuk meminjam maupun mengembalikannya. Prosedur dan mekanisme ini dirasa sangat memudahkan bagi para pedagang kecil.

Sejatinya praktik bank titil cenderung merugikan para nasabahnya, khususnya pedagang kecil, karena mereka mematok bunga tinggi, bisa sampai 20-25 persen sekali pinjam dalam tempo tidak lebih 2,5 bulan. Sehingga praktik bank ini cenderung mencekik masyarakat.