Peserta Latihan Semimiliter Dilepas

Tidak Terkait Terorisme, Tetap Wajib Lapor

594

“Mereka juga sudah mengakui bahwa kegiatan yang dilakukan pihaknya salah, karena tidak ada izin. Mereka juga sudah membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi,” kata Wahyu.

Tigapuluh delapan orang ini digerebek polisi sekitar 10 kilometer dari lereng Gunung Sumbing, Jumat (19/2) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Mereka ditengarai mengadakan pelatihan semimiliter di Gunung Sumbing.

Penangkapan dilakukan oleh jajajaran Polres Temanggung beserta tim Brimob Polda Jateng di rumah Suparlan, 33, Dukuh Jambon Desa Gandurejo, Kecamatan Bulu, Temanggung. Para peserta pelatihan ini membawa sepatu PDL, celana hitam PDL, kaos JAS, ransel punggung dan alas tidur.

Rombongan dari Solo menggunakan ambulans Nopol AD 8921 SH, Suzuki Carry Nopol AD 9122 NF yang diparkir di rumah Suparlan. Saat digerebek, polisi mengamankan 5 pucuk senapan angin, 3 buah sangkur dan 1 tas yang berisi buku dan bendera lambang keagamaan serta mengamankan Miftah, 15, warga setempat yang bertugas menjaga mobil.

Wakaden Brimob A Pelopor Satbrimob Polda Jateng Kompol Jodi Setyo Margono menuturkan pihaknya menerjunkan 2 kompi atau 60 anggota untuk menyisir lokasi tersebut. “Kami, Jumat malam pukul 22.00 datang untuk melakukan evakuasi,” paparnya.

Kapolres Temanggung AKBP Wahyu Wim Harjanto menyatakan, penggerebekan ini berdasarkan laporan masyarakat yang resah dengan kegiatan tidak lazim. Pelatihan berlangsung di tempat yang tersembunyi dan tidak mengantongi izin dari aparat keamanan maupun perangkat desa setempat.

Kepala Desa (Kades) Gandurejo Komaruddin mengaku, ada warga desanya yang ikut kelompok tertentu. Setiap ada pemilihan umum, mereka tidak mau menggunakan hak pilihnya. Sejumlah warga lainnya juga mengeluhkan kegiatan yang digelar kelompok ini.

Sementara itu, Humas Jamaah Ansharus Syariah (JAS ) Jawa Tengah Endro Sudarsono menuturkan, kegiatan yang digelar tak ada kaitannya dengan aksi terorisme. Saat itu mereka sedang menggelar latihan SAR, mengingat Jawa Tengah termasuk rawan bencana. Latihan ini untuk menyiapkan tenaga kepanduan yang siap melakukan evakuasi ketika terjadi bencana.

“Saya mengakui bahwa kami salah, karena menyelenggarakan kegiatan tanpa izin dan kami juga siap untuk tidak mengulangi kegiatan serupa di Gunung Sumbing,” ujar Endro. (san)