Stop Gunakan Kantong Plastik

664
RAMAH LINGKUNGAN: Kepala BLH Kota Semarang Gunawan Saptogiri ketika membagikan tas belanja ramah lingkungan pada pengunjung car free day di Simpang Lima, kemarin. (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)
RAMAH LINGKUNGAN: Kepala BLH Kota Semarang Gunawan Saptogiri ketika membagikan tas belanja ramah lingkungan pada pengunjung car free day di Simpang Lima, kemarin. (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)
RAMAH LINGKUNGAN: Kepala BLH Kota Semarang Gunawan Saptogiri ketika membagikan tas belanja ramah lingkungan pada pengunjung car free day di Simpang Lima, kemarin. (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)
RAMAH LINGKUNGAN: Kepala BLH Kota Semarang Gunawan Saptogiri ketika membagikan tas belanja ramah lingkungan pada pengunjung car free day di Simpang Lima, kemarin. (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Indonesia merupakan produsen sampah plastik terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok. Jika tidak diantisipasi sejak dini maka 2050 mendatang, di pesisir pantai diprediksi jumlah ikan kalah dengan tumpukan sampah. Untuk itu mulai kemarin, Pemkot Semarang mencanangkan pembatasan penggunaan sampah plastik.

Salah satunya dengan gerakan mengurangi penggunaan kantong plastik saat kita berbelanja. Kemarin kegiatan ini diluncurkan bersamaan dengan kerja bakti masal bersih-bersih kawasan Simpang Lima Semarang. Dengan demikian mulai kemarin, setiap belanja menggunakan plastik maka konsumen akan dikenai biaya tambahan Rp 200/kantong plastik.

Kepala Badan lingkungan Hidup (BLH) Kota Semarang Gunawan Saptogiri, mengatakan, program itu adalah upaya untuk mengurangi penggunaan kantong plastik. Rencananya, aturan itu akan diterapkan pada sejumlah pusat perbelanjaan yang menjadi anggota Aprindo. ”Di Semarang ada 30 pusat perbelanjaan yang akan menerapkan aturan ini, para pengusaha toko retail sudah siap,” ujarnya di sela-sela sosialisasi kegiatan Belanja Cantik Tanpa Tas Plastik.