Tekan AKI lewat Program ’Inceng Wong Meteng’

647
Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah. (DOK JAWA POS RADAR SEMARANG)
Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah. (DOK JAWA POS RADAR SEMARANG)
Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah. (DOK JAWA POS RADAR SEMARANG)
Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah. (DOK JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Jawa Tengah tergolong masih tinggi. Karena itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak setiap warga untuk ikut menyukseskan program inceng wong meteng atau Inspeksi Visual Asam/Intip Vagina Anda (IVA).

Dari data Dinas Kesehatan Jawa Tengah, pada 2015 kemarin, AKI mencapai 111,16 per 100.000 kelahiran hidup. Sedangkan AKB, 10 per 1000 kelahiran hidup. Kasus kematian ibu melahirkan tinggi berturut-turut adalah Kota Semarang, Pemalang, Kendal, Boyolali, Sukoharjo, Purbalingga, Kabupaten Semarang, Blora, Wonogiri, Klaten, Kebumen, dan Wonosobo. Sementara kasus kematian bayi tinggi berturut-turut Banyumas, Kota Semarang, Klaten, Pemalang, Kebumen, Blora, Kendal, Kab. Semarang, Purbalingga, Rembang, Boyolali, Wonosobo, Sukoharjo, Purworejo, Wonogiri, dan Kota Surakarta.

Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo menjelaskan, angka kematian ibu melahirkan di rumah sakit masih tembus 85 persen. Tingginya jumlah itu bukan lantas disimpulkan pelayanan dan tingkat kesigapan perawat serta dokter diragukan. ”Bisa jadi disebabkan si ibu hamil sudah terindikasi risiko rawan. Atau mereka jarang melakukan pemeriksaan ke dokter atau bidan desa,” tuturnya ketika dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.