34 Jukir Liar dan Debt Collector Terjaring Razia

714
DIBINA: Sejumlah debt collector dan juru parkir liar di kawasan Simpang Lima saat diamankan petugas, kemarin. (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIBINA: Sejumlah debt collector dan juru parkir liar di kawasan Simpang Lima saat diamankan petugas, kemarin. (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIBINA: Sejumlah debt collector dan juru parkir liar di kawasan Simpang Lima saat diamankan petugas, kemarin. (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIBINA: Sejumlah debt collector dan juru parkir liar di kawasan Simpang Lima saat diamankan petugas, kemarin. (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sebanyak 11 debt collector (DC) dan 23 juru parkir liar terjaring operasi Bina Kusuma Candi 2016, Senin (22/2) siang. Mereka terpaksa diamankan lantaran tidak mengantongi izin. Razia dilakukan oleh petugas gabungan Polrestabes Semarang, Dishubkominfo, dan Satpol PP. Mereka menyisir kawasan Simpang Lima, Jalan Ahmad Yani, Jalan Pandanaran, kawasan Tugu Muda, Jalan Pemuda, Jalan Imam Bonjol, dan kawasan Kota Lama Semarang. Sebanyak 34 orang yang terjaring razia langsung diangkut ke dalam truk Dalmas Polrestabes Semarang dan truk Satpol PP Kota Semarang.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin melalui Kasat Binmas AKBP Restiana Pasaribu mengatakan, kegiatan Operasi Bina Kusuma Candi yang dilakukan kali ini lebih menyasar pada juru parkir liar dan debt collector. ”Khusus juru parkir memang tidak ada ketentuan aturan atau hukum. Mereka akan dibina oleh Dishub, seperti ketentuan kartu tanda anggota (KTA), seragam, dan wilayah penempatan. Jangan hanya asal dan berpotensi premanisme. Contohnya dulu ada yang meminta tarif parkir melebihi ketentuan yang ditetapkan,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (22/2).