Humas dan Protokoler Dewan Diperiksa

Kasus Dugaan Korupsi Kunker DPRD

525

UNGARAN-Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambarawa terus melakukan penyelidikan kasus dugaan korupsi Kunjungan Kerja (Kunker) dan Bimbingan Teknis (Bintek) DPRD Kabupaten Semarang. Senin (22/2) kemarin, Kejaksaan memeriksa Kasubag Humas dan Protokoler Sekretariat Dewan (Sekwan) DPRD Kabupaten Semarang, Ida Maftuha.

Ketua Tim Penyelidikan, Febrianda Ryendra, mengatakan bahwa saksi diperiksa di ruang penyidikan Kejari Ambarawa, pada Senin (22/2) kemarin sejak pukul 10.00 hingga 14.00. Pemeriksaan dengan lima belas pertanyaan, selama pemeriksaan berlangsung lancar. “Namun saat kami tanya hal-hal yang detil, yang bersangkutan tidak dapat menjawab karena membutuhkan dokumen-dokumen,” kata Febrianda.

Febrianda menyatakan semakin hari pemeriksaan dari berbagai pihak semakin tergali informasi adanya dugaan penyimpangan, serta semakin mengkerucut pada titik permasalahan. Pihak yang dimaksud dalam hal ini yaitu staf sekwan, pihak rekanan, pihak ketiga dan beberapa akademisi yang telah menjadi mentor Bimbingan Teknis (Bintek). “Dari beberapa saksi berbagai pihak, semakin jelas dan mengerucut,” katanya.

Dalam waktu dekat, penyidik akan memanggil pihak-pihak rekanan untuk memberikan konfirmasi kemungkinan adanya kebocoran uang rakyat ini. “Kami juga akan memanggil rekanan dan staf di Sekwan,” tegasnya.

Proses penyelidikan kasus dugaan penyimpangan Kunker dan Bintek DPRD Kabupaten Semarang ini dilakukan sejak akhir Desember lalu. Beberapa staf Sekwan Kabupaten Semarang telah dipanggil sebagai saksi.

Selain itu, rekanan dan pihak ketiga pun telah diperiksa oleh penyidik kejaksaan. Bahkan dokumen-dokumen perjananan dinas sedang diteliti oleh tim Tindak Pidana Khusus Kejari Ambarawa. Namun ketika hendak dilakukan konfirmasi, Ida Maftuha belum bisa memberikan keterangan. (ewb/ida)