Jangan Obrak-Abrik NKRI

476

TEMANGGUNG—Para anggota GP Ansor dan Satkorcab Banser di wilayah Temanggung diminta untuk lebih intensif memberikan pelayanan keagamaan terhadap masyarakat. Apalagi di sejumlah wilayah ditengarai muncul gerakan aliran baru yang menjadi pembicaraan masyarakat. Contohnya adanya pelatihan semimiliter di lereng Gunung Sumbing yang berhasil dibubarkan aparat keamanan akhir pekan lalu.

Wakil Ketua PW GP Ansor Jateng Yami Blumut menjelaskan, keberadaan kelompok Jamaah Ansharus Syariah (JAS) di Dusun Jambon, Desa Gandurejo, Bulu Temanggung menjadi pembicaraan masyarakat jauh-jauh hari dan telah dibahas secara internal. Hasil diskusi kemudian disampaikan kepada instansi terkait.

“Daerah Bulu, khususnya di daerah atas, memiliki karakter tersendiri dan masih tergolong minim sentuhan agama. Untuk itu, telah kami instruksikan kepada jajaran PC GP Ansor dan Satkorcab Banser untuk lebih intensif memberikan pelayanan agama termasuk pembinaan lainnya,” jelasnya dalam siaran pers yang dikirim ke Radar Kedu.

Dijelaskan Yami lebih lanjut, kalau memang ada gerakan yang ingin menciptakan khilafah di Indonesia, jelas bertentangan dan melanggar Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Kader NU memandang, sebagai manusia Indonesia yang beragama Islam, tidak akan pernah rela apabila NKRI diobrak-abrik. Justru seluruh kader muda NU harus menjadikan tujuan utama untuk mendukung tercapainya tujuan nasional sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945. (*/ton)