Jati Tua Tumbang, Lalu Lintas Macet

518
TUMBANG: Sejumlah petugas memotong jati yang tumbang agar jalur alternatif Kendal-Temanggung bisa kembali dilalui. (Adye Viant/JATENG POS)
TUMBANG: Sejumlah petugas memotong jati yang tumbang agar jalur alternatif Kendal-Temanggung bisa kembali dilalui. (Adye Viant/JATENG POS)
TUMBANG: Sejumlah petugas memotong jati yang tumbang agar jalur alternatif Kendal-Temanggung bisa kembali dilalui. (Adye Viant/JATENG POS)
TUMBANG: Sejumlah petugas memotong jati yang tumbang agar jalur alternatif Kendal-Temanggung bisa kembali dilalui. (Adye Viant/JATENG POS)

KENDAL – Hujan deras yang terjadi di Dukuh Watudono Desa Surokonto Wetan Kecamatan Pageruyung, Minggu (21/2) petang lalu telah menumbangkan 2 pohon jati. Akibatnya akses jalan alternatif Kendal – Temanggung sempat macet karena tertutup batang pohon usia ratusan tahun tersebut. Jati yang tumbang berdiameter 80 sentimeter dengan tinggi sekitar 15 meter.

Sahri, 55, salah seorang mandor Perhutani KPH Kendal sektor Besokhor mengatakan, daerah tersebut memang rawan longsor. Rupanya akar jati tersebut tidak mampu menopang sehingga tumbang dan menutup jalan. “Untungnya tidak mengenai pengguna jalan yang melintas. Meski begitu, akibat tumbangnya pohon jati ini, arus lalu lintas sempat macet selama 2 jam,” ujarnya di lokasi kejadian.

Petugas perhutani dengan dibantu masyarakat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal langsung memotong beberapa dahan agar jalan bisa dilewati.

Polisi Hutan Sektor Besohor Ngasri, 52, mengungkapkan, pohon jati tersebut milik KPH Perhutani Kendal yang usianya sudah ratusan tahun. Kawasan hutan jati ini, kata dia, berada di atas Dukuh Watudono Desa Surokonto Wetan.

“Pohon jati ini tumbang dan mengarah ke bawah dukuh Watudono yang kebetulan berada di bawahnya,” tuturnya, Senin (22/2). (via/JPG/ton)