Kejari Siap Hadapi Gugatan MAKI

Kasus Raibnya Dana Kasda Rp 22,7 M

467

KRAPYAK – Gugatan praperadilan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) terhadap Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang akan mulai disidangkan, Rabu (24/2) besok. MAKI menggugat terkait lambannya pelimpahan berkas perkara dengan tersangka Dyah Ayu Kusumaningrum (DAK) ke Pengadilan Tipikor Semarang dalam kasus dugaan korupsi raibnya dana kas daerah (kasda) sebesar Rp 22,7 miliar milik Pemkot Semarang di Bank Tabungan Pensiunan Negara (BTPN) Cabang Pandanaran Semarang sejak 2007-2014.

Panitera Muda Tindak Pidana pada Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Muchamad Chayat, mengaku, pihaknya sudah menetapkan jadwal sidang atas perkara tersebut. Ketua Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Dwiarso Budi Santiarto, juga sudah menetapkan hakim tunggal atas perkara itu.

”Pak Dwiarso sudah menunjuk Puji Widodo sebagai hakim tunggal pemeriksa atas perkara itu. Perkaranya terdaftar dalam nomor 01/pra.prap/2016/PN.Smg yang akan digelar Rabu besok (24/2),” kata Chayat kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (22/2).

Terpisah, Koordinator MAKI, Boyamin, mengaku, sudah menerima agenda jadwal tersebut. ”Sudah kami terima agenda sidangnya dikirim melalui PN Solo langsung ke kantor kami di Solo,” ujar Boyamin.

Boyamin menyebutkan, pihaknya menggugat kejaksaan terkait kasus dugaan korupsi uang kas daerah (kasda) Pemkot Semarang senilai Rp 22,7 miliar pada BTPN Cabang Semarang. Ia menilai kejaksaan terlibat atas lambannya penyidikan tersangka DAK, sehingga perkaranya tidak segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang.

”Kami anggap kejaksaan tertutup dan berbelit-belit dalam memberikan petunjuk penyidik Polrestabes Semarang, sehingga kasusnya tak segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang,” katanya.

Menurutnya, penanganan kasus DAK sangat diperlukan segera dilimpahkan ke persidangan yang bertujuan untuk mengonfrontasikan keterangannya. Ia menyatakan, dugaan keterlibatan wali kota dan pejabat di DPKAD Kota Semarang sangat kuat dalam kasus ini.

Boyamin juga menuntut pengadilan memerintahkan kejaksaan menyatakan berkas perkara DAK lengkap dan segera melimpahkan ke persidangan.