Sampah Banyuurip Memprihatinkan

462
KECEWA: Wali Kota Sigit Widyonindito saat meninjau TPSA Banyuurip Tegalrejo, Senin (22/2). (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
KECEWA: Wali Kota Sigit Widyonindito saat meninjau TPSA Banyuurip Tegalrejo, Senin (22/2). (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
KECEWA: Wali Kota Sigit Widyonindito saat meninjau TPSA Banyuurip Tegalrejo, Senin (22/2). (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
KECEWA: Wali Kota Sigit Widyonindito saat meninjau TPSA Banyuurip Tegalrejo, Senin (22/2). (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

MAGELANG–Wali Kota Sigit Widyonindito geram melihat kondisi Tempat Pengelolaan Sampah Akhir (TPSA) Banyuurip, Tegalrejo, tampak memprihatinkan. Padahal, Kota Sejuta Bunga sudah mendapatkan Piala Adipura Kencana. “Saya kecewa melihat kondisi TPSA seperti ini,” ucapnya dengan nada kecewa namun tegas, kemarin.

Sigit menunjuk sampah yang menggunung sekitar 8 meter di salah satu zona aktif 0,936 hektare. Padahal, idealnya 2-3 meter. Menurut Sigit, kondisi itu sudah tidak layak. Artinya, baunya cukup menganggu. Utamanya, bagi untuk warga sekitar.

“Saya malu sama rakyat. Saya minta maaf, karena kondisi TPSA seperti ini,” tuturnya yang meminta dinas terkait segera membenahi.

Mantan Kepala DPU Kota Magelang itu menduga, sampah menumpuk lantaran tidak seimbangnya antara sampah yang masuk dengan sampah yang diolah. Kata Sigit, harus ada upaya dan langkah yang cepat untuk menanggulangi sampah sebelum 2019.